Chaebol Samsung Diberi Pengampunan Hukum dari Presiden Korsel

Pewaris Samsung, Lee Jae-yong.
Pewaris Samsung, Lee Jae-yong.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Pewaris Samsung, Lee Jae-yong atau Jay Y. Lee mendapat pengampunan dari Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. Cucu pendiri Samsung ini kemungkin akan melanjutkan kepemimpinan.

Pengampunan sendiri akan diresmikan pada 15 Agustus mendatang. Kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada ayahnya, Lee Kun-hee yang dihukum karena korupsi dan penggelapan pajak pada 1996 dan 2008.

"Dalam upaya untuk mengatasi krisis ekonomi dengan merevitalisasi ekonomi, wakil ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang masa hukumannya ditangguhkan baru-baru ini, akan dipulihkan," kata pemerintah Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Pengampunan itu merupakan langkah terbaru dalam skandal suap yang dimulai pada 2017 ketika Lee dituduh menyuap Presiden Park Geun-hye yang saat itu menjabat.

Pewaris Samsung itu pada awalnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi, tetapi menjalani hukuman kurang dari satu tahun sebelum dibebaskan dengan naik banding.

Dia kemudian dipenjara kembali pada Januari 2021 sebelum dibebaskan lagi pada Agustus di tahun yang sama dengan pembebasan bersyarat. Secara total, ia menjalani satu setengah tahun dari hukuman 30 bulannya.

Pengampunan dari presiden jadi hal penting baginya karena membuka pintu bagi Lee untuk merebut kembali kemudi raksasa teknologi yang didirikan oleh kakeknya, Lee Byung-Chul.

Di bawah hukum Korea, penjahat yang dihukum dilarang memegang posisi formal di perusahaan selama lima tahun setelah hukuman mereka. Disebut-sebut bahwa Lee terus menerima laporan dari perusahaan tanpa memiliki judul resmi.

Samsung saat ini tidak memiliki seseorang yang menjabat sebagai ketuanya setelah Lee Kun-hee meninggal pada Oktober 2020, menurut situs The Verge, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Tetapi sebuah laporan mencatat bahwa pengampunan ini membuka pintu bagi Lee untuk kembali dan mendorong keputusan strategis besar yang bisa dibilang diperlukan ketika chaebol (konglomerat) berjuang dengan inflasi, ketidakstabilan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, masalah rantai pasokan yang diciptakan oleh penguncian COVID-19 China, dan komplikasi akibat eskalasi hubungan AS-China.

Kembalinya Lee secara resmi ke perusahaan dipandang sebagai sumber stabilitas potensial, belum lagi potensi populer secara politis. Seperti yang dicatat oleh Associated Press tahun lalu, sekitar 5 juta orang di Korea Selatan memiliki saham di Samsung yang mengarah pada dukungan luas untuk pembebasan Lee dari penjara.

"Terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk memulai yang baru. Saya minta maaf karena menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang," kata Lee dalam sebuah pernyataan resminya.

Pria berusia 54 tahun itu berjanji akan berusaha lebih keras untuk kembali kepada masyarakat dan tumbuh bersama. Namun masalah hukum pengusaha itu masih jauh dari selesai mengingat ia masih menghadapi tuduhan manipulasi saham terkait merger dua anak perusahaan Samsung.