3 Hal Ini Bikin 'Personal Branding' Terdongkrak di Media Sosial

Direktur Jenderal Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
Direktur Jenderal Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Naufal

VIVA Tekno – Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengadakan kegiatan 'Gali Ilmu', yakni belajar santai tentang berbagai kemampuan digital yang diperlukan warganet masa kini.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa hingga akhir tahun lalu, Program Literasi Digital ini sudah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 Kabupaten/Kota di 34 provinsi.

Ia juga berharap bisa mendorong terciptanya talenta-talenta digital baru di Indonesia yang lebih berkualitas dan siap dalam membantu mewujudkan 'Indonesia Digital Nation'.

"Untuk itu diperlukan kolaborasi yang baik agar masyarakat tidak ada yang tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital," katanya, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Kali ini, Gali Ilmu bertemakan 'Personal Branding - Buka Peluang Karir dengan Makin Cakap Digital', bersama narasumber Digital Creator dan Karyawan BUMN, Vina Muliana.

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa 95 persen recruiter, atau perusahaan yang merekrut karyawan, melakukan background verification dari kandidat yang akan mereka terima dan salah satu aspek yang diverifikasi adalah media sosial.

"Ini membuktikan bahwa mereka yang memiliki jejak digital yang baik nantinya akan lebih mudah menarik perhatian para recruiter," jelas dia.