Rusia Perkenalkan Tampilan Stasiun Luar Angkasa Miliknya

Stasiun Luar Angkasa Mir.
Stasiun Luar Angkasa Mir.
Sumber :
  • The Conversation

VIVA Tekno – Rusia telah memperlihatkan tampilan stasiun luar angkasa yang akan dibuatnya setelah meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Badan antariksa negara beruang merah tersebut, Roscosmos telah membagikan model stasiun masa depan, yang dijuluki ROSS oleh media yang dikendalikan pemerintah, mengutip dari situs Engadget, Selasa, 16 Agustus 2022.

Diperkirakan, fasilitas orbital ini akan diluncurkan dalam dua fase, dimulai dengan empat modul dan berkembang menjadi enam dengan platform layanan.

Desainnya akan menampung empat orang dalam tur bergilir dan dilaporkan menawarkan pemantauan Bumi yang lebih baik daripada yang didapat Rusia dari ISS saat ini. Namun, Roscosmos masih belum memberikan detail yang lebih konkret.

Selain itu mereka juga belum memberikan tanggal, dan media pemerintah mengklaim fase pertama akan diluncurkan antara 2025 dan 2030 sementara fase kedua akan tiba antara 2030 dan 2035.

Mungkin ada interval panjang antara keluarnya ISS Rusia yang disebut-sebut pada 2024 dan penggantian fungsional. Sebelumnya, Roscosmos sendiri memang telah mengumumkan hengkangnya dari ISS pada Juli sebagai tanggapan atas sanksi Barat dan tindakan lain menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada Februari.

Jika langkah itu berlanjut, itu akan mengakhiri dua dekade kehadiran AS-Rusia bersama yang permanen di stasiun itu.  Rusia masih akan memenuhi kewajibannya hingga batas waktu 2024 dan bahkan memiliki kesepakatan untuk menukar kursi penerbangan dengan AS.

Selain itu, Rusia juga memiliki insentif untuk menjalankan platformnya sendiri secepat mungkin. Tidak adanya stasiun membatasi kemampuan Rusia untuk melakukan pengamatan Bumi yang disebutkan sebelumnya serta penelitian gravitasi rendah.

Sebelumnya, Rusia pernah menonaktifkan stasiun terakhirnya yang dikelola sendiri, Mir, pada tahun 2001. Tetapi, nantinya melalui ROSS, Rusia tidak hanya akan melanjutkan di tempat yang ditinggalkannya, tetapi juga melampaui upaya negara itu sebelumnya.

Pada faktanya, saat ini, NASA juga sedang memikirkan rencananya untuk mengakses orbit rendah Bumi setelah pensiunnya ISS.

Misalnya, NASA juga telah memberikan dana kepada beberapa perusahaan untuk mengembangkan stasiun ruang angkasa komersial untuk mengambil alih tongkat estafet dari ISS.

Meskipun laboratorium yang mengorbit secara resmi disetujui untuk beroperasi hanya hingga tahun hingga 2024, NASA ingin tetap beroperasi disana setidaknya sampai 2030.