Twitter Hanya Harus Menyerahkan Sosok Ini ke Elon Musk

Ilustrasi Twitter.
Ilustrasi Twitter.
Sumber :
  • Alex Castro

VIVA Tekno – Twitter tidak harus menyerahkan sebagian besar nama karyawan kepada Elon Musk, yang dia katakan sebagai saksi kunci dalam pertempuran hukum atas usulan pembelian perusahaan media sosial senilai US$44 miliar (Rp650 triliun) tersebut.

Elon Musk baru-baru ini menuduh Twitter menyembunyikan nama-nama pekerja yang secara khusus bertanggung jawab untuk mengevaluasi berapa banyak basis pelanggan platform yang terdiri dari akun spam dan bot.

Pria keturunan Afrika Selatan itu bahkan meminta hakim untuk memaksa Twitter mengidentifikasi mereka. Sejauh ini Twitter telah menyerahkan nama-nama 'penjaga arsip' yang tidak begitu akrab dengan data yang dipermasalahkan.

Awal pekan ini, Hakim Pengadilan Kanselir Delaware Kathaleen St. J. McCormick menolak permintaan Musk, memerintahkan bahwa Twitter tidak perlu 'mengumpulkan, meninjau, atau menghasilkan dokumen' dari 22 penjaga arsip yang diminta Elon Musk.

Mereka hanya harus menyerahkan Kayvon Beykpour, merupakan mantan Kepala Produk Konsumen, menurut laman The Star, Selasa, 16 Agustus 2022.

Beykpour adalah eksekutif produk teratas di Twitter selama bertahun-tahun sebelum dia secara tak terduga diberhentikan oleh CEO Twitter Parag Agrawal.

Tim produk merupakan yang paling bertanggung jawab langsung untuk memperluas basis pengguna Twitter dan kualitas basis itulah yang dipertanyakan Elon Musk.