Mengapa Telegram Jadi Sarang Konten Porno?

Ilustrasi menonton video porno.
Sumber :
  • dok. pexels

VIVA Tekno – Nama Telegram sangat lekat dengan dunia pornografi. Tidak seperti WhatsApp, aplikasi asal Rusia ini memiliki sejumlah fitur yang mendukungnya menjadi sarang dari konten porno, padahal sudah jelas tertulis di persyaratan bahwa konten pornografi ilegal di larang ada di Telegram.

img_title Bareskrim Bongkar Modus Live Pornografi: Penonton TikTok Digiring ke Tevi

Telegram adalah aplikasi perpesanan di mana pengguna dapat mengirim pesan langsung ke teman-teman, saudara atau keluarga. Di sana pengguna juga dapat berkontribusi ke saluran atau channel publik yang ukurannya tidak terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

User juga dapat mengambil bagian dalam obrolan grup publik atau pribadi dengan orang asing. Grup bisa menampung minimal dua orang serta kelompok terbesar hingga 200.000 pengguna.

img_title Kegiatan Belajar di Sekolah Swasta Jaksel Berjalan Normal Meski Geger Ada Temuan 955 Senjata Api hingga CD Porno

Kemungkinan salah satu penyebab utama gelombang konten dewasa di platform adalah kemudahan pengguna menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya.

Ilustrasi grup pornografi di Telegram.

Photo :
  • Mashable SE Asia

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Saat menggunakan profil di Telegram, baik untuk obrolan grup atau obrolan pribadi, pengguna dapat memilih untuk menyembunyikan nama asli, gambar profil bahkan nomor telepon.

Poin penting lainnya adalah kurangnya moderasi konten pada platform. Moderator mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa mereka memeriksa konten dengan menerima peringatan dari sistem otomatis dan hanya mengklasifikasikan posting sebagai 'spam' dan 'bukan spam'.

Menurut karyawan, mereka tidak secara aktif mencari konten pornografi dan platform tidak memiliki kecerdasan buatan untuk itu.

Kurangnya kontrol konten ini juga bisa sangat disengaja. Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov adalah pendukung kebebasan berekspresi, bahkan mengklaim tidak ada yang dapat diblokir atau dilarang di Telegram.

Pendiri Telegram Pavel Durov.

Photo :
  • Instagram/@durov

Mengolah dari berbagai sumber pada Rabu, 14 September 2022, FAQ Telegram mengatakan bahwa platform tidak akan 'memproses permintaan apa pun' terkait konten ilegal yang muncul dalam obrolan atau kelompok swasta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan lepas tangan ini adalah kunci dari nilai jual utama Telegram sebagai aplikasi perpesanan yang berfokus pada privasi, tetapi memungkinkan penggunanya untuk berbagi konten terlarang dengan sedikit atau tanpa penalti.

Akibatnya Telegram menjadi platform populer untuk menyebarkan pornografi di banyak negara di seluruh dunia, menurut studi yang dilakukan di Israel, Italia dan Korea Selatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut