Jangan Terlalu Sering 'Insecure'
- Pixabay/jill111
Jakarta, VIVA – Laporan Women in Business 2025 menunjukkan bahwa secara global, perempuan masih lebih banyak menduduki posisi kepemimpinan di bidang SDM dan keuangan.
Chief Human Resources Officer (CHRO) menjadi posisi dengan keterwakilan perempuan tertinggi, mencapai 47,6 persen, diikuti oleh Chief Financial Officer (CFO) sebesar 44,6 persen, dan Chief Marketing Officer (CMO) sebesar 33,3 persen.
Namun, jumlah perempuan yang menempati posisi tertinggi sebagai CEO masih tertinggal. Saat ini, hanya 21,7 persen perusahaan menengah yang dipimpin oleh perempuan.
Meskipun angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut masih lebih rendah dari capaian tertinggi yang pernah dicatat pada 2023, yaitu 28,4 persen.
Di Indonesia, tren keterwakilan perempuan di posisi level manajemen senior mencapai 36,3 persen pada tahun ini. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di 34 persen.
Seperti halnya kondisi di global, perempuan di Indonesia cenderung lebih banyak menduduki peran di bidang keuangan dan SDM.
CFO menjadi posisi dengan keterwakilan perempuan tertinggi, mencapai 58,9 persen, diikuti oleh Group Corporate Secretary sebesar 32,2 persen. Sementara posisi ketiga ditempati oleh CHRO sebesar 31,1 persen.
Sedangkan keterwakilan perempuan di posisi tertinggi dalam memimpin perusahaan di Indonesia sebagai CEO pada tahun ini sebesar 28,9 persen, naik dari 2024 yang tercatat sebesar 23,3 persen.
![]()
Perusahaan penyedia solusi terintegrasi di bidang engineering, procurement and construction (EPC), PT Tectona Mitra Utama (TMU), berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, salah satunya pengembangan SDM serta menerapkan prinsip inklusivitas dengan mendukung kesetaraan gender di tempat kerja.
Chief Marketing Officer TMU, Ading Januandry, mengaku konsisten mengalokasikan 40 persen anggaran operasional tahunan untuk program pelatihan dan pengembangan di setiap divisi.
Program ini mencakup peningkatan keterampilan dalam penggunaan software BIM (building information modeling), IoT (internet of things), dan teknologi berbasis data, sekaligus memperkuat soft skill guna meningkatkan efektivitas kerja.
Selain itu, TMU juga mendorong karyawan untuk memperoleh sertifikasi profesional di bidang teknologi, manajemen proyek, dan HSE (Health, Safety, and Environment) guna meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional.
"Bicara pengembangan SDM, kami menerapkan prinsip gender equality. Bahkan, corporate value terkait kesetaraan ini juga berlaku untuk semua karyawan dari berbagai usia, baik senior maupun junior," kata Ading.