Ambisi Indosat Kuasai AI, Sampai 'Ngebajak' NVidia dan Nokia

Direktur Utama dan Kepala Eksekutif Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Jakarta, VIVA – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) tetap fokus mempercepat transformasi menjadi AI TechCo dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi serta memperluas bisnis.

img_title Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Untuk itu, Indosat menyesuaikan izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini diperlukan untuk mendukung perluasan kegiatan bisnis, termasuk pemrograman dan pengembangan solusi berbasis AI, layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terintegrasi, konsultasi dan desain berbasis internet of things (IoT), serta pengembangan layanan berbasis data sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Dalam perjalanannya sebagai AI TechCo, ISAT telah mencetak berbagai tonggak penting, termasuk menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial.

Hal tersebut dicapai melalui kerja sama strategis dengan Nokia dan NVidia dalam ajang Mobile World Congress atau MWC 2025 di Barcelona, Spanyol.

img_title Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Teknologi ini mendukung efisiensi 5G Cloud RAN dan mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Indosat juga mengeksplorasi adopsi AI di berbagai vertikal industri, salah satunya dengan menggelar 'Indonesia AI Day for Mining Industry'.

"Pertambangan adalah satu dari berbagai sektor yang berpotensi memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Ini sejalan dengan pertumbuhan kami untuk menjadi AI-TechCo," kata Direktur Utama dan Kepala Eksekutif Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, di Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, ISAT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024. Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,7 triliun, atau setara dengan Rp83,3 per saham, dengan target pembagian hingga 70 persen dari laba bersih pada 2026.

Sejak merger dengan Hutchison Tri pada awal 2022, Indosat menunjukkan tren pertumbuhan dividen yang kuat, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan fokus pada pengembalian nilai bagi pemegang saham.

Ilustrasi Mahasiswa Belajar Teknologi AI

Buka Akses Teknologi, Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Dibekali Ilmu Kuasai AI

Akselerasi pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era digital saat ini menuntut kesiapan talenta muda yang menjadi garda terdepan.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut