Dikira cuma Peta Digital, Ternyata Google Maps dengan AI dan Cloud bisa Jadi Mesin Uang

Google Maps.
Sumber :
  • Google Indonesia

Jakarta, VIVA – Perusahaan penyedia solusi location intelligence asal Indonesia, Terralogiq, memperkenalkan solusi baru yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cloud (komputasi awan), hingga aplikasi peta digital Google Maps.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Mereka memperlihatkan bagaimana AI, cloud, dan Google Maps bisa mengurangi biaya operasional sebuah bisnis yang menghemat hingga 30 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesatnya perkembangan teknologi serta semakin tingginya kebutuhan informasi yang melokalisir membuat Google Maps mengembangkan fitur-fitur yang sesuai dengan penggunaan yang lebih tepat guna untuk pasar di Asia.

img_title Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Jika sebelumnya China, Thailand dan India, kini Google Maps akan fokus ke pasar yang lebih melokalisir di Indonesia.

Untuk itu, Google Maps bersama Terralogiq, mitra resminya di Indonesia, merancang dan mengeksplorasi peran transformatif teknologi pemetaan dan AI dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis di era digital.

img_title Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab

Menurut Kepala Eksekutif Terralogiq, Thomas M Hendy, Google Maps akan fokus untuk mencari tahu pasar Indonesia, baik dari sisi bisnis hingga penggunaan aplikasi, ke depannya.

Nanti, lanjut dia, fitur-fitur yang lebih terkini akan tersedia di Google Maps. Selama lebih dari satu dekade, Terralogiq sebagai pionir layanan location intelligence di Indonesia telah membantu berbagai bisnis dengan memanfatkan kekuatan data lokasi.

"Dengan pemahaman mendalam kami terkait kebutuhan bisnis lokal dan keahlian dalam mengintegrasikan solusi geospasial, kami dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional, personalisasi layanan pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data," ungkapnya, saat ditemui usai acara Map the Way Indonesia, di Jakarta.

Thomas pun menunjukkan berbagai solusi inovatif yang berhasil mereka implementasikan di berbagai sektor industri, seperti:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Ritel: Analisis perilaku pelanggan berdasarkan lokasi, optimasi penempatan toko, dan personalisasi promosi.
- Logistik: Optimasi rute pengiriman, manajemen armada secara real-time, dan peningkatan visibilitas rantai pasok.
- Layanan Publik: Peningkatan efisiensi layanan, perencanaan kota yang lebih baik, dan respons cepat terhadap situasi darurat.

"Kami sangat antusias untuk berbagi bagaimana integrasi teknologi pemetaan yang canggih dan kekuatan AI dapat menjadi kunci dalam menavigasi kompleksitas bisnis di masa depan, menciptakan efisiensi, dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelanggan mereka," jelas dia.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Trump akan melarang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial" (AI) dalam waktu dekat usai ia menyatakan lebih memilih istilah "kecerdasan super" (super intelligence)

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut