Dikira cuma Peta Digital, Ternyata Google Maps dengan AI dan Cloud bisa Jadi Mesin Uang

Google Maps.
Sumber :
  • Google Indonesia

Jakarta, VIVA – Perusahaan penyedia solusi location intelligence asal Indonesia, Terralogiq, memperkenalkan solusi baru yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cloud (komputasi awan), hingga aplikasi peta digital Google Maps.

img_title Bill Gates Ingatkan AI Picu Pergolakan Terbesar dalam Sejarah Manusia

Mereka memperlihatkan bagaimana AI, cloud, dan Google Maps bisa mengurangi biaya operasional sebuah bisnis yang menghemat hingga 30 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesatnya perkembangan teknologi serta semakin tingginya kebutuhan informasi yang melokalisir membuat Google Maps mengembangkan fitur-fitur yang sesuai dengan penggunaan yang lebih tepat guna untuk pasar di Asia.

img_title AI Generasi Berikutnya Mulai Berubah, Ada Perkembangan Teknologi yang Jarang Dibahas

Jika sebelumnya China, Thailand dan India, kini Google Maps akan fokus ke pasar yang lebih melokalisir di Indonesia.

Untuk itu, Google Maps bersama Terralogiq, mitra resminya di Indonesia, merancang dan mengeksplorasi peran transformatif teknologi pemetaan dan AI dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis di era digital.

img_title Bill Gates Peringatkan Dampak AI, Ekonomi dan Kehidupan Bisa Berubah dalam 20 Tahun ke Depan

Menurut Kepala Eksekutif Terralogiq, Thomas M Hendy, Google Maps akan fokus untuk mencari tahu pasar Indonesia, baik dari sisi bisnis hingga penggunaan aplikasi, ke depannya.

Nanti, lanjut dia, fitur-fitur yang lebih terkini akan tersedia di Google Maps. Selama lebih dari satu dekade, Terralogiq sebagai pionir layanan location intelligence di Indonesia telah membantu berbagai bisnis dengan memanfatkan kekuatan data lokasi.

"Dengan pemahaman mendalam kami terkait kebutuhan bisnis lokal dan keahlian dalam mengintegrasikan solusi geospasial, kami dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional, personalisasi layanan pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data," ungkapnya, saat ditemui usai acara Map the Way Indonesia, di Jakarta.

Thomas pun menunjukkan berbagai solusi inovatif yang berhasil mereka implementasikan di berbagai sektor industri, seperti:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Ritel: Analisis perilaku pelanggan berdasarkan lokasi, optimasi penempatan toko, dan personalisasi promosi.
- Logistik: Optimasi rute pengiriman, manajemen armada secara real-time, dan peningkatan visibilitas rantai pasok.
- Layanan Publik: Peningkatan efisiensi layanan, perencanaan kota yang lebih baik, dan respons cepat terhadap situasi darurat.

"Kami sangat antusias untuk berbagi bagaimana integrasi teknologi pemetaan yang canggih dan kekuatan AI dapat menjadi kunci dalam menavigasi kompleksitas bisnis di masa depan, menciptakan efisiensi, dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelanggan mereka," jelas dia.

Ilustrasi robot masa depan.

15 Juta Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Gara-Gara AI, Ini Skenario Terburuk Goldman Sachs

Goldman Sachs memperkirakan AI berpotensi menggusur hingga 9 persen pekerja di AS dan negara maju. Otomatisasi bisa memperparah PHK saat ekonomi melambat.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut