Aplikasi Porno di Google Glass, Ini Reaksi Google

Google Glass
Sumber :
  • amzer.com
VIVAnews -
img_title Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence
Google akhirnya angkat bicara soal masa depan aplikasi porno yang dijalankan pada Google Glass.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Pemilu Israel Makin Sengit, Netanyahu Butuh 4 Kursi Lagi untuk Kuasai Parlemen

Dalam kebijakan bagi pengembang aplikasi yang baru, dilansir
img_title Rekaman Video Call dan Hasil Psikolog Forensik Masuk, Sarwendah Bawa 102 untuk Lawan Ruben Onsu
PCworld, Selasa 4 Juni 2013, Google menegaskan akan membatasi konten dewasa, meskipun secara teori Glass bisa menjalankan aplikasi porno.

"Kami tidak mengizinkan konten Glassware (aplikasi untuk Google Glass) yang mengandung unsur telanjang, tindakan seksual grafis, atau materi seksual yang eksplisit," tulis Google pada kebijakan baru platform pengembang Google Glass.

Kebijakan baru itu telah diperbaharui pada pekan lalu.

Sikap Google membatasi konten tertentu itu menyusul rilis aplikasi porno Google Glass, Tits and Glass, besutan pengembang MiKandi.

Aplikasi itu memungkinkan pengguna Glass berbagi konten cabul secara vulgar ke pengguna lain secara online.

'Tits anda Glass' hadir secara preloaded dengan foto dewasa kategori premium dan konten dewasa lain yang direkam menggunakan Google Glass saat di jalanan.

Nah, konyolnya, perusahaan aplikasi porno asal Seattle itu baru menyadari pembaharuan kebijakan Google Glass setelah aplikasi besutanya diluncurkan.

Saat rilis, MiKandi mengaku tidak diberitahukan Google sebelumnya.

"Jadi, kami saat ini sedang membahasnya, apakah itu mengubah rencana perusahaan atau tidak," ujar salah satu pendiri MiKandi, Jesse Adams.

Problem Privasi

Beberapa minggu silam, anggota kelompok Kongres AS meminta penjelasan CEO Google, Larry Page, terkait sejauh mana komitmen Google untuk mempertimbangkan revisi kebijakan privasi fungsi sensorik Google Glass.

Selain materi seksual, perusahaan Internet raksasa itu juga melarang konten kekerasan, intimidasi, kebencian, penipuan, perjudian, dan kegiatan ilegal.

Jika nekat melanggar, Google menyiapkan ganjarannya. "Pelanggaran akan mengakibatkan penghapusan aplikasi, pelarangan mengirim aplikasi di masa depan atau menghapus akun Google-nya," tutur Google.

MiKandi pun tak tinggal diam, berharap masih ada kesempatan menaruh aplikasi pornonya di Google Glass.

"Kami tidak akan berhenti. Kami harus memikirkan strategi kami berikutnya," ujar Adams.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Seperti apa tampilan aplikasi itu? Lihat videonya di
Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI Perdana Bagi-bagi Dividen Rp1,56 Triliun, Segini Nilai per Sahamnya

BEI menyetujui pembagian dividen tunai khusus Rp1,564 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah, sekaligus menetapkan target transaksi dan investor pada 2027.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut