Bandar Judi Dadu Pakai Aplikasi Android Ditangkap

Ilustrasi judi online
Ilustrasi judi online
Sumber :
  • iStock

VIVAnews - Kecanggihan teknologi semakin banyak digunakan oleh penduduk. Begitu pun dengan demam gawai atau gadget android, namun bukannya digunakan hal yang bermanfaat, seperti untuk mendapatkan informasi, tetapi justru digunakan untuk berjudi.

Seorang warga di Madiun berhasil ditangkap, karena menjadi bandar judi dadu dengan menggunakan aplikasi dadu pada tablet android.

Jika dulu, pelaku judi dadu menggunakan dadu dan batok kelapa, kini hal itu sudah ketinggalan zaman. Kini para bandar dadu sudah menggunakan aplikasi dalam android.

“Aplikasinya bernama dice, banyak diunduh di Play Store,” ujar Joko Susilo, bandar judi dadu android yang tertangkap jajaran Reskrim Polres Madiun, Senin 12 Januari 2015.

Joko mengatakan bahwa awalnya tidak tahu ada aplikasi bermain dadu di android.

“Teman saya memberi tahu kalau permainan dadu bisa digunakan untuk jadi bandar judi. Tetapi, saya tidak bisa mengendalikan permainan ini untuk menang. Jadi ya untung-untungan kalau menang,” terangnya yang ditangkap dengan barang bukti tablet merek Asus warna putih dan uang sebanyak Rp195.000.

Cara bermain dadu ini sama dengan dadu tradisional. Bandar tinggal menggoyang tablet, maka dadu akan berputar untuk beberapa saat. Jika pemasang judi, memasang taruhannya sama dengan dadu yang keluar, maka pemasang taruhan berhak menang.

Wakapolres Madiun Komisaris Polisi Muhamad Baderi mengatakan, bandar ini ditangkap saat sedang asyik bermain judi. “Dia tidak tahu sedang kami intai. Menurut pengakuan tersangka, ia baru dua kali menggunakan aplikasi dadu android ini untuk menjadi Bandar dadu. Namun dugaan kami, dia sudah sering,” jelas Baderi.

Baderi pun mengimbau agar masyarakat bisa menyikapi kecanggihan teknologi, untuk digunakan sebaik-baiknya, bukan untuk melakukan tindakan yang melawan hukum atau bertindak kriminal seperti judi dadu ini.

Baca juga:

Juara di Turnamen Ini Bakal Jadi Jutawan

Waspada, Awan Mendung Masih Menyelimuti IHSG