Twitter, Kesaksian Pertama di Titik Nol

VIVAnews - Saat orang-orang-orang berlomba-lomba berupaya menyelamatkan diri keluar dari Hotel Ritz Carlton, cuma Daniel Tumiwa yang menyempatkan diri untuk langsung mengabarkan kejadian tersebut, melalui situs mikroblog Twitter.

Daniel Tumiwa, Co Founder serta Adviser di NuBuzz Networks, yang juga menangani Business Development Digital Media di PT. Djarum, Jumat 17 Juli 2009 pagi itu memang memiliki janji untuk bertemu dengan Assistant Vice-President Star TV Singapore Nini Yusof, untuk membicarakan masalah pekerjaan.

Awalnya pertemuan rencananya digelar pukul 07.30 wib, di Airlangga Cake Shop Ritz Carlton, tempat di mana bom meledak. Mungkin karena Tuhan masih sayang pada Daniel, pada menit-menit menjelang pertemuan, Daniel dan Yusof sepakat memindahkan rapat ke lantai 26, satu lantai di atas kamar hotel, di mana Yusof menginap.

Setelah sampai di lantai 26, Daniel bertemu dan bersalam-salaman dengan Yusof kemudian duduk. Tiba-tiba, blar!! ia mendengar bunyi dentuman dari Hotel JW Marriot yang berada di seberang hotelnya.

Tak selang beberapa lama, sekitar pukul 07.45 Daniel kembali mendengar dentuman keras, kali ini ia sekaligus merasakan getaran yang sangat keras di hotel tempatnya berada. "Saya langsung mengajak Nini Yusof untuk segera keluar dari Hotel," ujar Daniel kepada VIVAnews, Jumat 17 Juli 2009 sore.
Daniel Tumiwa, pengabar pertama pemboman lewat Twitter
Sebelum hengkang dari hotel tersebut, Daniel dan Yusof terlebih dulu turun lewat tangga untuk mengepaki barang-barang Nini di lantai 25. Nah saat itulah Daniel langsung meraih BlackBerry-nya dan menulis pesan Tweet pertama di Twitter untuk mengabarkan kejadian itu kepada seluruh dunia.

"Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan jakarta," tulis Daniel di Twitter, sekitar pukul 07.47 wib. Kemudian ia menulis Tweet yang kedua, "2 boms go off at marriot hotel ad ritz carlton jakarta."

Saat membuat Tweet itu, Daniel tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah kabar tentang pengeboman pertama di internet, yang hingga kini pembahasannya di Twitter masih terus berlanjut. Kini tweet Daniel sudah beranak-pinak hingga ribuan tweet susulan, sampai-sampai pengeboman itu sempat menjadi topik terpopuler di Twitter.

"Saya hanya ingin menyebarkan kejadian ini, agar orang yang punya rencana lewat kawasan sini bisa menghindar, karena pasti akan terjadi kemacetan," ujar Daniel.

Daniel bahkan tak mau mengabarkan kejadian itu ke sanak keluarganya melalui telepon, demi memberikan info tersebut kepada orang banyak. "Saya tidak terfikir untuk menelepon rumah, karena takut membuat orang rumah khawatir," katanya.

Setelah Nini membawa barang-barangnya, mereka berdua turun dengan lift ke bawah. Sampai di lantai dasar, pintu lift terbuka. Asap tebal sudah memenuhi sekeliling. Daniel dan Nini berjalan dengan hati-hati menuju lobi.

Untuk keluar hotel mereka berdua harus melewati cake shop, tempat rencana awal mereka bertemu. Di situ mereka harus melalui apa yang tak pernah terbayangkan mereka berdua sebelumnya - puing-puing serta potongan-potongan daging korban yang bercampur ceceran darah.

Nini yang harus melalui pengalaman mengerikan itu, sampai harus muntah-muntah. Tanpa pikir panjang akhirnya mereka dapat keluar hotel neraka itu. Di saat itulah kemudian Daniel memposting tweet-nya yang ketiga. "2 boms go off inside Ritz Carlton and Marriott coffee shops! Not kidding. Am here."

Tweet pertama Daniel Tumiwa saat pemboman terjadi

Setelah itu, Daniel dan Nini menenangkan diri di suatu tempat. "Kami sempat minum-minum dulu, sebelum akhirnya mencari taksi untuk meninggalkan lokasi," Daniel menerangkan. 

Sebenarnya, Daniel, yang datang pada ke hotel menggunakan sepeda motor, sempat hendak mengambil motornya di tempat parkir. Namun niatnya dicegah Nini. "Ah cuma sekadar sepeda motor..."

Setelah mencegat taksi, mereka berdua bergegas ke kediaman Daniel. Di taksi, Daniel kembali menyempatkan memposting Twitter. "Left location.Shocked. Lots of blood. Breakfast meetings at coffee shops while bombs went off."

Sesampainya di rumah Daniel, ia memposting tweet berikutnya, "Thanks for all the concern. Back home. Safe. Shocked. Blood...smoke...glass...everywhere...prayers to the victims...."

Karena tweetnya, Daniel kemudian menjadi orang yang sangat diburu oleh pers, terutama pers asing. Saat ia membuka inbox Gmailnya, ternyata ia telah dihubungi oleh wartawan-wartawan yang menanyakan nomor kontaknya.

"Saya diimel oleh wartawan CNN, BBC, AlJazeera, ABC, dan lain-lain," katanya. Setelah itu, Daniel seharian sibuk meladeni wawancara lewat telepon dari berbagai media tersebut.

Walaupun sudah beberapa jam lewat, Daniel masih belum juga dapat melupakan suasana yang mengerikan di hotel Ritz Carlton. "Saya masih terbayang bau yang campur aduk di lobby," ujarnya. Yang pasti, lewat jari-jemari Daniel, Twitter lagi-lagi membuktikan kesaktiannya menjadi saksi terdepan bagi kejadian-kejadian besar, mendahului media berita konvensional.