Dunia Siber Jangan Dihindari, Walaupun Banyak Risiko

Ilustrasi serangan hacker atau siber.
Sumber :
  • Science News

VIVA – Sebagai pengguna internet, masyarakat seharusnya lebih peduli dengan keamanan mereka di dunia maya. Banyak risiko yang mengintai selama menggunakan internet.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

“Kita harus aware (waspada) sebagai pengguna. Harus belajar apa yang terjadi. Intinya jangan menghindar. Kalau ingin aman banget, ya, enggak usah pakai (internet),” kata Peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI, Rifki Sadikin, di kantor LIPI, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dengan pilihan tidak menggunakan internet, ia mengatakan ada konsekuensi tidak bisa memanfaatkan hal positif yang ada di dalamnya. Akan tetapi, Rifki mengingatkan kembali bahwa tidak semua orang di internet itu baik.

img_title 5 Rahasia supaya Bisnis Kamu Kebal Serangan Siber

Dengan begitu pengguna harus berusaha mengamankan dirinya sendiri. "Buatlah password atau PIN dengan mudah, atau gampang diingat, tapi jangan pula yang terlalu mudah. Karena, sering ada berita kalau email bobol karena password-nya gampang diretas," papar Rifki.

Ia mengatakan, pengguna juga harus memiliki pendidikan keamanan siber sendiri. Jadi saat memasang aplikasi dan perangkat lunak atau software sudah tahu cara mengatur privasi.

img_title Bos Indosat Ungkap Kunci Utama agar Bisnis Tak Tumbang Dihantam Serangan Siber

Selain itu Rifki mengingatkan soal kekurangan talenta matematika di dunia kriptografi. Pengetahuan ini digunakan sebagai pemecah masalah berat. Elemen pada kriptografi adalah mengotak-atik matematika yang nantinya bisa digunakan untuk masalah keamanan.

“Kriptografi itu asik. Apalagi yang suka matematika. Tapi yang perlu disadari kalau mau riset memang kita butuh talenta di bidang matematika.” (mus) 

Ilustrasi Trojan Horse.

Ancaman Siber Makin Licin, Jangan Asal Instal di HP

Ancaman siber berupa trojan perbankan menyumbang 52,96 persen dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi pada kuartal I 2026, meningkat dari 2025.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut