Cara Mencegah Bencana Alam, Enggak Perlu Teknologi Canggih

Ilustrasi longsor.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya

VIVA – Air bersih menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup. Sayangnya, pembangunan yang tidak mementingkan kelestarian alam, membuat sumber daya ini semakin berkurang ketersediaannya.

img_title 5 Tips Memulihkan Diri dan Pikiran lewat Alam hingga Keheningan

Banyak alat dibuat untuk bisa mendapatkan air bersih, bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI sudah mengembangkan teknologi canggih yang bisa mengubah air kotor menjadi layak pakai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alat tersebut diberi nama Banyu Mili, yang cara kerjanya memanfaatkan panas matahari dan beberapa material penyaring air. Sumber tenaganya berasal dari sinar matahari dan ukurannya tidak besar, sehingga bisa dipindah sesuai kebutuhan.

img_title KPK Panggil 4 Pegawai BNPB soal Korupsi Dana Siap Pakai Bencana, Sitaan Rp5,47 Miliar Diusut

Ada cara lain yang lebih sederhana, namun membutuhkan waktu tidak sebentar untuk bisa memiliki sumber air sekaligus menjaga lingkungan dari bencana. Yaitu, dengan memperluas wilayah resapan melalui penanaman pohon.

“Penanaman pohon ini juga akan lebih efektif meningkatkan hasil air tanah secara signifikan, ketika ditanam pada lahan kosong. Selain itu, jenis pohon yang akan ditanam juga harus diperhatikan,” tutur Peneliti Ahli Utama Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Surakarta, Irfan Budi Pramono.

img_title Kemensos Gandeng Polri Tangani Bencana hingga Sekolah Rakyat, Ini Fokusnya

Adanya pohon juga bisa mengurangi kandungan Karbondioksida (CO2) dalam udara, serta mengeluarkan Oksigen (O2) ke udara yang dipergunakan manusia untuk bernafas. Bahkan, pohon juga menjadi pahlawan lingkungan, dengan menjaga agar hutan tidak banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penanaman pohon juga dimaksudkan untuk konservasi sumber daya air dan menjaga ketersediaan air, yang bermanfaat untuk masyarakat saat ini dan masa depan. Selain itu juga, untuk mengembalikan jumlah air yang dipakai di setiap pabrik Le Minerale,” ungkap Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, Ronald Atmadja.

“Program Extended Producer Responsibility tahunan penanaman pohon sudah dimulai sejak 2015. Sampai tahun ini, jumlah pohon yang ditanam akan mencapai lebih dari 100 ribu pohon. Komitmen kami untuk menaman lebih dari 500 ribu pohon untuk tiga tahun ke depan,” kata dia menambahkan.

Krisis air bersih dan darurat kekeringan di Gorontalo. (Foto ilustrasi).

2,6 Juta Penduduk Kuba Krisis Air, Ini Penyebabnya!

Sekitar 2,6 juta penduduk Kuba kesulitan mengakses air minum akibat pemadaman listrik yang disebabkan kelangkaan bahan bakar, kata Menlu Kuba Bruno Rodriguez Parilla.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut