Indonesia Kembangkan Teknologi Aquaculture Baru

Ilustrasi tambak udang.
Ilustrasi tambak udang.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

VIVA – Teknologi sudah sejak lama membantu masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Mulai dari ditemukannya arus listrik, hingga kendaraan sebagai alat transportasi.

Dalam bidang pertanian juga sudah banyak sekali contoh dari penerapan ilmu pengetahuan, seperti menciptakan varietas baru yang tahan hama dan bisa cepat dipanen serta pemanfaatan kotoran hewan dan sampah untuk biogas.

Beberapa dari temuan itu merupakan karya asli anak bangsa, yang dikembangkan sesuai dengan kondisi serta permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sehari-hari.

Terbaru adalah teknologi budidaya udang yang disebut Ultra Intensive Aquaculture Technology, yang sedang dikembangkan di Millenial Shrimp Farm Situbondo dan juga di Lovina Bali.

Teknologi ini diciptakan oleh anak bangsa, yaitu Dr Joe dari Elon Research Center Lovina Bali bekerja sama dengan Dr Wendi Tri Prabowo yang merupakan salah satu peneliti di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo.

Kelebihan teknologi ini dibanding yang sudah ada yakni kepadatan tebar mencapai 2.000 ekor per meter kubik. Dalam masa pemeliharaan 50 hari, berat rata-rata yang dicapai bisa mencapai 10 gram dengan produktivitas 80 ton per hektare dan FCR 1.6.

Teknologi budidaya Aqua Agriculture.
Photo :
  • Istimewa

Teknologi budidaya Aqua Agriculture.