Ilmuwan RI Temukan Metode 'Pembasmi' Paham Radikal

Prof. Taruna Ikrar.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Avra Augesty

Ia mengaku timnya mempunyai simulasi khusus dalam melakukan doktrin, sehingga ke depannya, mereka masih harus mengamati seperti apa deekstremisme. Dari penelitian itulah, Taruna menemukan bahwa sel-sel syaraf yang mengalami struktur spesifik terhadap orang ekstrem bisa diperbaiki.

img_title Ampuhkah Deradikalisasi WNI eks ISIS yang Sempat Pulang

Artinya, metode penyembuhan untuk orang berpandangan radikal sudah ada dan pengobatannya melalui deradikalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau polisi melakukan deradikalisasi dengan cara radikal, itu salah besar. Karena akan membuat dia (teroris) menjadi semakin radikal. Ada cara-cara spesifik dalam pengembalian fungsi otak. Kami temukan dalam waktu 24 jam," papar dia.

img_title Ketua Umum Muhammadiyah Sarankan Deradikalisasi Diganti Moderasi

Taruna meneruskan, struktur sinaptik otak mampu berubah dari sebelumnya. Artinya, orang radikal mampu diperbaiki menjadi lebih baik.

"Makanya, saya ingin bicara dengan Wakapolri (Komjen Syafruddin). Saya rasa sudah saatnya neuro-leadership ini dipelajari oleh semua intelijen kita. Intinya, proses dengan pendekatan neurosains, kita mampu melakukan deradikalisme secara natural," kata dia. (ren)

img_title PNS Milenial Terpapar Radikalisme Ibarat Gunung Es
Juru Bicara Densus 88 Anti-teror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar.

Terkuak, Asal Mula Pelajar Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri di Malang Terpapar Paham Radikalisme

Pelajar tersebut berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri.

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut