Nokia Lumia 710 Review
- REUTERS/Nokia/handout
Kamera yang tersedia juga bisa dipakai untuk merekam video dengan kualitas HD 1280x720p pada 30 frame per detik. Saat kami coba merekam video dengan durasi 1 menit, ukuran file yang tersimpan mencapai 100,9MB. Bagi Anda yang gemar memotret ataupun merekam video HD, kemungkinan ini akan jadi masalah karena Lumia 710 tidak menyediakan slot memori eksternal.
Tetapi, agar memori ponsel tidak cepat penuh, Anda bisa melakukan share terhadap foto atau video tersebut ke jejaring sosial atau mengirim via email. Jika video HD 1 menit itu akan dikirimkan via email, ia lebih dulu dikompresi dalam format MP4, dan ukurannya menjadi 6,52MB namun resolusinya diturunkan menjadi 800x480.
Untuk memperbarui sistem operasi yang ada pada smartphone ini, pengguna bisa melakukannya menggunakan software Microsoft Zune. Proses update memang sedikit membutuhkan waktu, tergantung koneksi internet dan seberapa rutin pengguna melakukan update sebelumnya.
Sayangnya, proses update ataupun sinkronisasi menggunakan Zune ini juga cukup lambat dan membebani sistem, khususnya jika komputer yang dipasangi Zune kurang mumpuni. Tetapi kami sangat menyarankan untuk melakukan update terhadap Windows Phone demi mengurangi bug ataupun memasang perbaikan yang disediakan Microsoft untuk ponsel ini.
Secara keseluruhan, Nokia Lumia 710 yang dipasarkan di harga Rp2,9 juta ini sangat menarik sebagai alternatif bagi smartphone berbasis sistem operasi Android ataupun iOS. Sejumlah kekurangan yang tersedia pada sistem operasi ini, ataupun jumlah aplikasi yang belum begitu banyak bisa dimaklumi karena Windows Phone masih relatif baru dibandingkan dengan OS smartphone lainnya.
Kelebihan:
•   Kinerja smartphone baik, responsif
•   People Hub sangat menarik bagi yang aktif di jejaring sosial
Kekurangan:
•   Fitur milik sistem operasi belum lengkap
•   Tidak menyediakan slot penyimpanan eksternal
(umi)

