Superkomputer Ini Penentu 'Nasib' Nuklir Amerika Serikat

Superkomputer Sierra
Sumber :
  • Instagram/@4prototypes

VIVA – Amerika Serikat punya superkomputer baru yang bakal menjadi elemen penting dalam peluncuran senjata nuklir mereka. 

img_title Korut Bongkar Alasan Miliki Nuklir, Minta Negara Lain Setop Mengecam

Superkomputer yang dimaksud bernama Sierra yang terletak di Lawrence Livermore National Laboratory, California. Sierra bukan sembarang superkomputer, sebab dilabeli sebagai superkomputer paling dahsyat kedua di dunia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sierra telah selesai dibuat pada awal tahun ini dan menjalankan beberapa tugas mulai dari memodelisasi gempa bumi, menjalankan simulasi kanker, mengeksplorasi cedera otak traumatik dan misi lainnya. 

img_title Bertemu Prabowo, Putin Singgung Kerja Sama Energi Nuklir Rusia-Indonesia

Namun pada awal tahun depan, Sierra akan menjalankan tugas sesungguhnya yang berbeda dengan superkomputer lain di dunia ini. 

Dikutip dari The Verge, Rabu 21 November 2018, mulai awal 2019 superkomputer Sierra akan diubah menjadi 'air grapped'. Perubahan ini Sierra akan terputus dari jaringan eksternal. Tujuannya untuk mencegah akses tak berizin ke superkomputer ini. 

img_title Trump Mau Akhiri Perang dengan Iran Meski Tanpa Kesepakatan Nuklir

Selanjutnya Sierra akan menjalankan tugas penting, yakni simulasi peluncuran dan peledakan senjata nuklir Amerika Serikat.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amerika Serikat memang membutuhkan superkomputer untuk mendukung persediaan nuklirnya yang sangat besar. Insinyur dan fisikawan yang bertugas pada fasilitas superkomputer itu mengatakan, Sierra akan menampilkan bagaimana peledakan nuklir. 

  

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping di Kuil Surga, Beijing

AS dan China Hampir Perang Gara-Gara Laporan AI

Laporan intelijen yang beredar di kalangan militer Amerika Serikat (AS) pada musim semi tahun ini membuat para pejabat langsung waspada. Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut