Hari Ini Ditutup, Begini Cara Amankan Data di Google Plus

Google Plus Vs Facebook.
Sumber :
  • Ilustrasi Gambar Google + VS Facebook

VIVA – Jejaring sosial Google Plus mulai Senin hari ini, 4 Februari 2019, tidak bisa lagi menjalankan sejumlah fiturnya. Proses penonaktifan Google Plus dilakukan secara bertahap hingga 2 April mendatang.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

Google akan menghapus akses pengguna untuk membuat profil baru, halaman, komunitas, dan even. Selain itu, fitur komentar yang dihadirkan Google Plus di Blogger juga ditiadakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puncaknya, 2 April 2019, tombol sign-in Google Plus akan hilang dari situs, bersamaan dengan berakhirnya layanan yang digadang-gadang menjadi pesaing Facebook tersebut.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Mengutip situs The Guardian, meski dilakukan penutupan bertahap, namun hal ini tidak mempengaruhi layanan lainnya. Hanya halaman Google Plus yang dihapus, termasuk foto dan video, di dalamnya.

Google akan mengirim email kepada pemilik halaman dan memberi pengumuman. Pengguna juga bisa memeriksanya di laman plus.google.com. Jika di sisi kiri terdapat tulisan 'bergabung dengan Google+' tandanya Anda tidak memiliki akun.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Kemudian, untuk menyimpan konten yang mereka unggah pengguna bisa masuk ke platform tersebut, kemudian unduh setiap halaman yang ingin disimpan. Bisa juga mengunggah kembali di media sosial yang masih banyak digunakan.

Cara ini memudahkan pengguna dalam mengamankan konten yang disimpan. Menurut Google, jejaring sosial milik mereka ditutup karena penggunaannya yang rendah dan adanya tantangan dalam mempertahankan produk untuk memenuhi permintaan konsumen.

Tantangan yang dimaksud di sini adalah yang berkaitan dengan kebocoran data dengan ditemukannya Bug pada Maret 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, masalah ini tidak diungkapkan ke publik selama enam bulan. Kebocoran berpotensi mempengaruhi 500 ribu akun, namun Google mengklaim tidak ada data profil yang disalahgunakan.

Sebelumnya, mereka akan menutup Google Plus pada Agustus 2019, namun kembali ditemukan bug hingga proses ini dipercepat. Google Plus mengakhiri layanan setelah beroperasi selama tujuh tahun. (ann)

Natalie Harp dan Presiden AS Donald Trump.

Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Apple dan Google telah mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi layanan peta mereka, setelah perintah dari Presiden AS Donald Trump.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut