Pengguna Oppo Banyak Minta Ini saat Pandemi

Oppo Experience Store
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

VIVA – Pandemi sudah masuk ke Indonesia sekitar enam bulan terakhir. Lalu, bagaimana perbedaan penjualan perangkat Oppo sebelum dan sesudah masa itu datang ke tanah air?

img_title CPU Gaming 2026 Bukan Cuma Soal GHz, Cache Prosesor Bisa Membuat Perbedaan

Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto menyatakan sebelum pandemi semua aktivitas masih bisa dipetakan. Khusus di ponsel kelas menengah, ada peningkatan penjualan setelah pandemi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dilihat dari seberapa besar peningkatan agak lumayan sih, ga langsung 100 persen. Di angka 5 sampai 10 persen itu ada kenaikan. Cukup lumayan untuk kami," ujar dia, Kamis, 1 Oktober 2020.

img_title Ilustrasi pada Kemasan Boks Ponsel X1 Neo Tak Sesuai Kenyataan, Ini Jawaban Advan Indonesia

Aryo menyatakan, jika ponsel kelas menengah dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp5 jutaan memang paling kuat dan juga direspons baik oleh konsumen. Contohnya adalah, A52 yang sebenarnya hanya dijual secara online tapi masih banyak yang mencari di offline.

Untuk menyiasati itu, Oppo langsung mengeluarkan A53 dengan varian RAM 4GB dan ROM 64GB. Sementara itu, dengan alasan kembali mendengarkan konsumen, kali ini perusahaan juga mengeluarkan varian lain yakni 6GB+128GB.

img_title Tombol Power HP Rusak Bukan Berarti Ponsel Tak Bisa Dipakai, Ini Alternatif yang Perlu Diketahui

"Kemudian banyak permintaan RAM lebih gede dengan internal lebih banyak. Lalu kami mengeluarkan A53 dengan 6GB+128GB," ungkap Aryo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbarengan dengan peluncuran A53 varian 6GB+128GB, Oppo juga merilis A33. Aryo menjelaskan hal ini datang karena permintaan konsumen yang ingin punya perangkat dengan harga lebih terjangkau.

"Ada yang minta terjangkau aja, yang penting bisa untuk kegiatan meeting atau sekolah virtual, maka keluarlah A33," ujarnya.

Ilustrasi game online.

Penjualan Game Fisik Alami Penurunan, Terancam Berakhir di Tahun 2028!

Penjualan game fisik PlayStation tertekan oleh dominasi digital. Sony berencana menghentikan produksi cakram game baru pada Januari 2028. Apa dampaknya bagi gamer.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut