Platform Media Sosial Lokal Siap Bantu Content Creator Dapat Uang

Aplikasi Hyppe.
Sumber :
  • Dok. Hyppe

VIVA – Masyarakat Indonesia sangat aktif di media sosial. Menurut data Hootsuite dan We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta atau 59 persen dari total penduduk pada Januari 2020. Jika dibandingkan dengan 2019, maka ada peningkatan 10 juta orang Indonesia yang aktif di media sosial.

img_title Minecraft Java Edition Hadirkan Brittle Ice dan Jukebox dengan Playlist Otomatis

Tercatat, ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya ada kenaikan 17 persen atau 25 juta pengguna internet di Tanah Air. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa. Artinya, 64 persen warga sudah merasakan akses di dunia maya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun media sosial paling banyak 'ditongkrongi' oleh pengguna internet Indonesia dari paling teratas yaitu YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok. Media sosial seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari generasi Z, milenial, hingga mereka yang sudah berumur.

img_title HyperOS 4 Segera Meluncur untuk HP Xiaomi, Redmi, dan POCO, Cek Kapan Kebagian Update-nya

Sayangnya, sulit menemukan aplikasi media sosial buatan lokal yang tidak hanya bisa ikut meramaikan bisnis media sosial di Indonesia bersama para raksasa digital global lainnya. Namun juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Berangkat dari fakta tersebut, perusahaan teknologi informasi lokal, PT Hyppe Teknologi Indonesia, menghadirkan aplikasi media sosial Hyppe yang akan segera dirilis pada akhir tahun ini. Hyppe adalah platform media sosial yang dirancang untuk menjadi wadah para pembuat konten dalam fitur social digital dalam satu aplikasi.

img_title WhatsApp Android Kini Bisa Baca Pesan Tanpa Membuka Percakapan

Hyppe menggabungkan teknologi fingerprint combat dan blockchain untuk menjaga kepemilikan konten dari pembajakan dan kemungkinan pembuat konten untuk membeli dan menjual konten di dalam aplikasi.

”Kami juga merancang aplikasi Hyppe sesuai keinginan, kesukaan, serta kebiasaan dari masyarakat Indonesia dalam berjejaring sosial,” kata Direktur Utama PT Hyppe Teknologi Indonesia, Hondo Widjaja, Jumat, 13 November 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, Hyppe tidak hanya memberi pengalaman baru dalam berjejaring sosial, namun juga menawarkan konsep yang sangat berbeda dari media sosial yang sudah ada saat ini. Salah satunya adalah konsep platform sharing economy atau gig economy.

Dengan konsep bisnis tersebut, Hyppe memberi perhatian yang sangat besar terhadap pembuat konten atau content creator. ”Kami menaruh perhatian besar terhadap mereka (content creator). Di sini, mereka bisa sama-sama mendapat poin dari iklan konten dan iklan sponsor yang nantinya dapat diuangkan atau pun digunakan sebagai alat transaksi lainnya,” ujar Hondo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut