iPhone Kamu Restart Sendiri? Bisa Jadi Ulah Hacker

Ilustrasi Apple iPhone
Sumber :
  • Techradar

VIVA – Sebagian besar peretasan ponsel pintar, bahkan yang paling berbahaya sekali pun, perlu interaksi pengguna, seperti dengan mengetuk tautan, membuka pesan hingga memasang aplikasi agar hacker bisa mengendalikan perangkat.

img_title Amankan Mobilitas Suporter Persija-Persib, 1.597 Petugas Bekasi Disiagakan

Dikutip dari situs Mashable SE Asia, Sabtu 5 Desember 2020, namun ada kasus peretasan yang sangat berbahaya, memungkinkan penyerang mengambil alih iPhone dari jarak jauh tanpa interaksi pemilik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti keamanan, Ian Beer yang bekerja di tim Project Zero Google menemukan kerentanan ini. Ia melibatkan kerentanan di AWDL, protokol Apple yang memungkinkan iPhone, Mac dan perangkat lain membuat jaringan peer-to-peer yang mengaktifkan fitur seperti AirDrop dan AirPlay.

img_title Sudah Pakai iPhone 15 atau 16 Pro? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Lompat ke iPhone 18 Pro

Menemukan kerentanan ini tidak mudah, Beer memiliki penjelasan panjang mengenai itu. Tapi intinya, teknik ini memungkinkan hacker melakukan reboot dari jarak jauh dan mengambil alih kendali ponsel setelah proses itu, dengan data, foto dan pesan di tangan mereka.

Kabar baiknya, Apple telah memperbaiki bug tersebut pada Mei 2020. Artinya iPhone dengan sistem terbaru telah dijamin keamanannya. Namun untuk masalah peretasan yang terjadi di masa lalu, Beer mengaku tidak memiliki catatan.

img_title Boni Hargens Ungkap Peran Polri Sebagai Katalisator Keamanan: Bangun Relasi terhadap Masyarakat

Luar  biasa, bagaimana satu orang itu mampu memecahkan masalah keamanan iPhone dengan cara yang sedemikian lengkap. Ini menimbulkan pertanyaan, jika satu saja dapat melakukannya sendiri, apa yang sudah dilakukan tim profesional yang dibayar dengan banyak waktu dan sumber daya yang mereka miliki.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut