Ilmuwan Jepang Ungkap Masa Lalu Bumi

Bumi.
Sumber :
  • European Space Agency

VIVA – Para astronom telah menguji metode untuk merekonstruksi keadaan Bumi dan alam semesta pada periode awal melalui simulasi menggunakan Superkomputer ATERUI II di National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ).

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Metode tersebut diklaim bisa membuka salah satu peristiwa paling misterius dalam sejarah alam semesta, yang kemudian juga dapat mempersingkat waktu pengamatan yang diperlukan untuk membedakan berbagai teori inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Telkom Pakai Superkomputer untuk Kembangkan 5G

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Dilansir dari situs Phys.org, Rabu, 17 Februari 2021, tepat setelah alam semesta muncul 13,8 miliar tahun silam, tiba-tiba ukurannya bertambah lebih dari 1 triliun kali dalam waktu kurang dari satu triliun per satu triliun mikrodetik. Tidak ada yang tahu apa penyebabnya.

Inflasi yang secara tiba-tiba ini merupakan salah satu misteri terpenting dalam astronomi modern. Inflasi seharusnya menciptakan fluktuasi kepadatan di era awal yang akan mempengaruhi distribusi perkembangan galaksi.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Namun, proses selain inflasi juga memengaruhi distribusi galaksi, sehingga sulit untuk mendapatkan informasi soal inflasi. Secara khusus, pertumbuhan kelompok galaksi yang didorong oleh gravitasi dapat mengaburkan fluktuasi kepadatan di zaman purba.

Penelitian yang dipimpin oleh Masato Shirasaki tersebut menerapkan metode rekonstruksi untuk memutar balik waktu dan menghilangkan efek gravitasi. Mereka kemudian menguji seberapa baik superkomputer merekonstruksi keadaan awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan metode ini mereka dapat mengoreksi efek gravitasi dan meningkatkan batasan pada ketidaktepatan kepadatan di masa lalu. Menurut Shirasaki bahwa metode ini sangat efektif.

"Dengan menggunakan metode ini kami dapat memverifikasi teori inflasi yang kira-kira sebanyak sepersepuluh jumlah data. Metode ini juga dapat mempersingkat waktu pengamatan dan akan diperlukan dalam misi survei galaksi yang akan datang seperti, SuMIRe oleh Teleskop terbaru NAOJ," papar Shirasaki.

PGN.

Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), terus memperkuat strategi komersial untuk memperluas pasar dan pemanfaatan gas bumi.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut