Rumah Bebas 'Blank Spot' dengan Internet Anti Lemot

Ilustrasi jaringan internet.
Sumber :
  • The Journal

VIVA – HootSuite dan We Are Social, dua perusahaan yang bergerak di industri manajemen media sosial dan agensi pemasaran, kembali merilis laporan terbaru tentang pengguna internet global, termasuk Indonesia untuk awal tahun ini.

img_title Tak Lagi Mati Gaya di Udara, Wi-Fi Satelit Mulai Dibawa ke Dalam Pesawat

Dalam laporan terbarunya, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta atau 73,7 persen dari total populasi sebesar 274,9 juta jiwa pada Januari 2021. Dari total tersebut, sebanyak 195,3 juta jiwa atau 96,4 persennya mengakses internet lewat perangkat mobile berjenis smartphone dan ponsel fitur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: LG Tetap Bertanggung Jawab Meski Bisnis Ponselnya Kolaps

img_title Heboh! Informasi Pemadaman Internet Nasional 25-27 September, Komdigi Ungkap Faktanya

Mereka menggunakan koneksi seluler dan wifi untuk mengakses internet. Rata-rata pengguna internet mobile berusia 16-64 tahun dan menghabiskan waktu 5 jam 4 menit setiap harinya untuk mengakses internet.

Kemudian, rata-rata kecepatan unduh yang didapatkan pengguna internet mobile di Indonesia adalah 17,26 Mbps, naik 24,8 persen secara year on year (YoY). Sementara untuk kecepatan fixed broadband, rata-rata mencapai 23,32 Mbps, naik 16 persen secara YoY.

img_title Pengelolaan Keamanan Jaringan Terintegrasi Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Bisnis Digital

Ponsel bukan satu-satunya yang digunakan untuk mengakses internet karena para pengguna internet di Indonesia juga memiliki perangkat jenis lain yang juga dipakai untuk online seperti PC atau laptop (74,7 persen), tablet (18, persen), dan konsol game (16,2 persen).

Masih banyaknya masyarakat yang bekerja dari rumah saat ini menjadi perhatian utama dari Indosat Mega Media (IM2). Kendala jaringan internet wifi yang didapat tidak sesuai dengan bandwidth yang ditawarkan akhirnya membuat seringkali jaringan menjadi terkoneksi lambat.

"Tembok rumah yang tebal, lokasi kediaman yang luas dan bertingkat, serta banyaknya ruangan juga mempengaruhi sinyal yang dipancarkan. Sebanyak 60 persen keluhan pelanggan internet terkait dengan layanan wifi di dalam rumah," kata SVP Product and Marketing IM2, Devimaz Gusmal, kala berbincang dengan VIVA Tekno dan sejumlah media, belum lama ini.

Untuk itulah anak usaha PT Indosat Ooredoo Tbk ini merilis perangkat GIGamaze dengan teknologi Mesh WiFi. GIGamaze merupakan salah satu produk add-on yang bisa membantu memancarkan ulang sinyal dengan kuat untuk mendapatkan area jangkauan yang lebih luas dan merata dibanding perangkat extender atau repeater biasa.

GIGamaze memakai perangkat Nokia dan teknologi yang dapat memilih channel kosong secara otomatis sehingga tidak terjadi kendala. Dengan minimal luas ruangan sebesar 140 meter persegi, GIGamaze Mesh WiFi bisa dipakai hingga 32 perangkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ilustrasinya begini. Apabila modem Anda berada di lantai 1, maka GIGamaze diletakkan di lantai 2 untuk memperkuat sinyal. Tapi, jika rumah Anda luas, maka dibutuhkan minimal 2 perangkat GIGamaze agar sinyal wifi lebih kuat," ungkap Devimaz.

GIGamaze juga telah dilengkapi dengan koneksi dual band (2.4GHz dan 5GHz), sehingga memudahkan semua anggota keluarga mendapatkan jaringan internet anti lemot dan bebas blank spot atau tidak terhubung jaringan internet.

Garuda Indonesia menggandeng Yoowifi Indonesia meluncurkan Garuda eSIM

Penumpang Internasional Kini Bisa Punya Akses Internet di 160 Negara Tanpa Ganti Kartu SIM

Garuda Indonesia menegaskan komitmen untuk menghadirkan nilai tambah layanan penerbangan, yang menjawab kebutuhan perjalanan yang terus berkembang bagi penumpang

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut