Baterai Ponsel Ngedrop Bakal Jadi Masa Lalu

Ilustrasi baterai Lithium-ion.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Baterai pada ponsel pintar kemampuannya semakin menurun, seiring pemakaian. Tapi, hal itu akan segera berubah karena para peneliti di Jepang baru saja menemukan solusi untuk masalah tersebut.

img_title Poco F8 Pro vs vivo iQOO 15R, Duel HP Kencang yang Bikin Gamer Harus Lebih Cermat Memilih

Sebagaimana dirinci dalam jurnal ACS Applied Energy Materials, tim peneliti dari Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) telah mencari bahan baru yang dapat memperpanjang umur baterai lithium ion (Li-ion), yang salah satunya digunakan untuk smartphone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tersebut tercatat sedang mempelajari properti pengikat baru untuk anoda grafit, yang membentuk terminal negatif pada baterai.

img_title Viral! Layar iPhone Duo Retak Tak Lama Setelah Rilis, Begini Tanggapan Apple

Terminal negatif ini jika digabungkan dengan katoda atau terminal positif dan elektrolit, semuanya membentuk lingkungan yang kondusif untuk reaksi elektrokimia yang terlibat dalam pengisian dan pengosongan baterai.

Anoda grafit membutuhkan pengikat untuk mencegah penurunan kualitas baterai setiap kali digunakan. Bahan pengikat baterai Li-ion saat ini terbuat dari polivinilidena fluorida (PVDF), yang mana kualitasnya di bawah standar untuk penggunaan jangka panjang.

img_title Poco C95 Pro Vs Xiaomi Redmi 17 4G, Hp Mana yang Lebih Layak Dibeli pada Akhir 2026?

Tim kini telah mengidentifikasi material baru yang mungkin dapat digunakan sebagai pengikat anoda grafit, menurut situs Mashable SE Asia, Senin 12 April 2021.

Itu disebut polimer bis-imino-acenaphthenequinone-paraphenylene, atau disingkat polimer BP. Bahan ini menawarkan stabilitas mekanis yang lebih baik dan memiliki sejumlah kualitas yang mencegah anoda grafit aus dalam waktu cepat ketika diikat oleh PVDF.

"Setengah sel yang menggunakan PVDF sebagai pengikat hanya menunjukkan 65 persen dari kapasitas aslinya setelah sekitar 500 siklus pelepasan muatan. Setengahnya menggunakan kopolimer BP, menunjukkan retensi kapasitas 95 persen setelah lebih dari 1.700 siklus," ujar peneliti utama, Noriyoshi Matsumi. 

Menempatkan material tersebut di sana akan membuat umur baterai Li-ion meningkat secara dramatis. Dalam skenario tipikal smartphone sehari-hari, ini setara dengan baterai yang mampu mempertahankan kapasitas pengisian maksimumnya hingga lima tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim berharap hasil penelitian mereka akan menghasilkan lebih banyak perangkat konsumen bertenaga baterai dengan umur simpan yang jauh lebih lama, yang akan menghasilkan produksi perangkat dengan komponen berkualitas lebih tinggi. 

"Realisasi baterai tahan lama akan membantu dalam pengembangan produk yang lebih andal untuk penggunaan jangka panjang. Ini akan mendorong konsumen untuk membeli aset berbasis baterai yang lebih mahal seperti kendaraan listrik, yang mampu digunakan selama bertahun-tahun," katanya.

Advan X1 Neo vs Nubia A57

Advan X1 Neo vs Nubia A57, HP Murah Mana yang Lebih Layak Dibeli untuk Pemakaian Harian?

Advan X1 Neo vs nubia A57, mana lebih layak dibeli? Simak perbandingan harga, layar, chipset, baterai, kamera, NFC, dan penyimpanan untuk menentukan HP murah terbaik.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut