Pisau Mata Dua Ponsel
- ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
- Pixabay
Temannya, Pauline, yang juga berusia 17 tahun, mengatakan pengecualian diberikan bergantung pada alasan menggunakan smartphone. "Rasanya tidak menyenangkan, tapi saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang buruk," ujarnya.
Reaksi serupa dicatat responden sebuah studi yang dirilis di jurnal ilmiah Human Behaviour and Emerging Technologies. Penelitian tersebut menyimpulkan orang akan merasa dijauhkan ketika lawan bicaranya menggunakan smartphone untuk alasan banal seperti berselancar online, atau menjawab pesan yang tidak penting.
Sebaliknya, para responden sepakat, hal serupa tidak terjadi jika lawan bicara punya alasan penting untuk menggunakan smartphone. Bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi smartphone saat berinteraksi sosial, ada sejumlah solusi kreatif yang bisa diuji coba.
Beberapa orang menggunakan aplikasi untuk memblokir internet, sementara yang lain menyimpan smartphone di dalam kotak khusus yang baru terbuka setelah sejumlah waktu. Sebuah perusahaan bahkan mendesain gelang yang dipasang pada ponsel dan bertuliskan 'lihat ke depan'.
Genavee Brown juga merekomendasikan untuk memperkuat komunikasi. Menurutnya, jika mendapat perilaku phubbing dari teman atau keluarga. "Tanyakan kenapa mereka melakukannya. Anda bisa menjelaskan bagaimana perasaan Anda ketika diabaikan dan ajak untuk mencari solusi bersama-sama," ungkap dia.