Drone Pembunuh Bisa Menyerang Manusia Tanpa Diperintah

Ilustrasi drone.
Sumber :
  • www.pixabay.com/MabelAmber

VIVA – Drone atau pesawat nirawak telah menjadi andalan di medan perang selama bertahun-tahun. Meski begitu, perangkat terbang ini tetap membutuhkan manusia sebagai pengendali atau pilot untuk menargetkan dan menembak target serangan.

img_title Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi Turun 11-13 Persen Periode Natal-Tahun Baru

Tapi sepertinya tren itu akan berubah. Tahun lalu, sekelompok pemberontak Libya diserang oleh drone yang bergerak secara otonom, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan tersebut menuduh 'kendaraan udara tempur tak berawak dan sistem senjata otonom mematikan' ini menyerang pemberontak tanpa kendali operator manusia. Jika benar maka hal itu menandai pertama kalinya mesin bertindak sendiri dengan target manusia.

img_title Hore! Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Nataru 2027 Senilai Rp722 Miliar

Kendati tidak ada kasus kematian yang dilaporkan, tapi drone tersebut sarat dengan bahan peledak dan mampu menimbulkan korban yang signifikan, mengutip situs Metro, Rabu, 2 Juni 2021.

Menurut laporan PBB yang dikeluarkan oleh Panel Ahli Dewan Keamanan PBB untuk Libya, Drone Kargu-2 Quadcopter buatan Turki dikerahkan di salah satu negara Afrika Utara itu pada Maret 2020.

img_title Diskon Tiket Pesawat hingga Kapal Feri untuk Nataru 2026/2027! Catat Tanggal Mulai dan Besar Potongannya

Insiden ini terjadi selama pertempuran kecil antara pemerintah Libya dan pasukan pemberontak yang setia kepada Khalifa Haftar, seorang panglima angkatan udara yang memisahkan diri dari Tentara Nasional Libya.

Kargu-2 Quadcopter sebenarnya dikendalikan oleh manusia. Tapi, drone ini juga bisa mencari target secara mandiri menggunakan kamera on-board dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ketika target dikunci pada jarak yang sudah cukup dekat, maka pesawat tanpa awak itu langsung melepaskan bom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasukan pemberontak Libya dilaporkan mundur dari Tripoli, ibu kota Libya, ketika mereka diburu dari jarak jauh oleh drone tersebut. Para pemberontak yang tidak terlatih itu pun kemudian mencoba bertahan dari serangan Drone Kargu-2 Quadcopter.

"Begitu pasukan pemberontak mundur, mereka terus menjadi sasaran drone yang mematikan itu," bunyi laporan PBB. Drone memang diprogram untuk menyerang target tanpa memerlukan konektivitas data antara operator dan amunisi. Jika laporan itu terbukti akurat, maka menjadi yang pertama kalinya drone otonom memburu dan menyerang manusia.

Fasilitas perawatan pesawat milik FL Technical Indonesia

Fasilitas Perbaikan Pesawat di RI Kini Mampu Penuhi Standar Regulasi Penerbangan Eropa

Sektor penerbangan Tanah Air kembali mencatatkan pencapaian signifikan di kancah penerbangan internasional. Kali ini soal fasilitas perawatan pesawat.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut