China Luncurkan HP Kuantum yang Tidak Bisa Diretas

Komputer Kuantum buatan China.
Komputer Kuantum buatan China.
Sumber :
  • SCMP

VIVA – Penyedia layanan telekomunikasi China Telecom meluncurkan smartphone atau ponsel pintar/HP dengan teknologi kuantum, Tianyi No 1 2022, yang mengklaim obrolan pengguna di perangkat tersebut 'tidak tersentuh pihak luar' alias tidak bisa diretas.

Tianyi No 1 2022 merupakan HP yang dilengkapi modul enkripsi berbasis kuantum dan kartu SIM khusus yang dapat mengenkripsi sekaligus menguraikan panggilan suara di telepon menggunakan distribusi kunci kuantum, seperti dilansir dari situs Science Daily, Rabu, 18 Mei 2022.

Raksasa telekomunikasi negeri Tirai Bambu itu bersama startup QuantumCTeck mendirikan usaha patungan (joint venture) pada 2021 untuk mengembangkan komunikasi berbasis kuantum dan membawa pengetahuan yang cemerlang ke pasar.

Sejumlah ilmuwan China, beberapa di antaranya merupakan bagian dari tim pendiri QuantumCTeck, menguji distribusi kunci kuantum menggunakan satelit kuantum pertama dunia, Micius, yang diluncurkan pada Agustus 2016.

Tak seperti kriptografi tradisional, teknologi ini menggunakan foton tunggal dalam keadaan superposisi kuantum di mana kuncinya disematkan untuk menjamin keamanan tanpa syarat antara pihak-pihak yang berjauhan.

Super posisi kuantum merupakan prinsip dasar mekanika kuantum, yang menyatakan bahwa, seperti gelombang dalam fisika klasik, dua atau lebih keadaan kuantum dapat ditambahkan secara bersamaan.

Komunikasi semacam ini, oleh karena itu, bersifat 'tidak dapat diretas' mengingat setiap upaya untuk memegat kunci akan segera diketahui, baik oleh pihak pengirim maupun penerima yang dituju di HP atau smartphone.

"Ketika seorang pengguna memulai obrolan yang diamankan dengan basis kuantum, sebuah kunci rahasia akan dibuat secara acak untuk memverifikasi identitasnya," kata Zhang Rutong, seorang insinyur dari QuantumCTeck.

"Setelah verifikasi, jaringan kuantum akan menghasilkan kunci 'real-time' baru untuk mengenkripsi data suara. Kunci dibuat secara acak, sulit dipecahkan, dan langsung dibuang setelah panggilan berakhir," ungkapnya.

Layanan itu akan tersedia ketika keduanya, baik pengirim maupun penerima, sama-sama menggunakan HP berbasis kuantum.