Senjata Pamungkas Apple Lawan Aplikasi Spyware

Logo Apple.
Sumber :
  • Unsplash

VIVA Tekno – Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) Apple berencana merilis "lockdown mode" sebuah fitur pada perangkat komunikasi besutannya dengan menambah lapisan perlindungan tambahan bagi para pengguna yang kerap berpotensi besar mengalami penyadapan atau terkena serangan peretasan oleh aplikasi spyware (aplikasi pengintai).

img_title Sebelum Beli iPhone 18 Pro dan Pro Max, Ini Pajak dan Biaya Tambahan yang Perlu Diperhitungkan

Mode itu disiapkan rilis pada musim gugur yang artinya berkisar di September hingga Desember 2022 dan akan sangat berguna untuk orang- orang yang aktif tampil beda seperti aktivitas HAM hingga politikus dari partai oposisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikutip dari situs TechCrunch, Kamis, 7 Juli 2022, mode ini dihadirkan setelah dua perusahaan spyware asal Israel mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak Apple dan akhirnya membobol iPhone- iPhone target tertentu dari jarak jauh.

img_title HP Tipis Mulai Jadi Pilihan Baru, Begini Cara Memilih yang Nyaman untuk Kerja dan Hiburan

Salah satu serangan yang terkenal akibat pembobolan ponsel jarak jauh itu seperti aplikasi Pegasus milik NSO Group yang akhirnya membuat Apple melakukan langkah lebih lanjut di jalur hukum.

AS bahkan telah memasukkan Pegasus sebagai aplikasi yang berbahaya dan masuk ke daftar hitam. "Lockdown mode" akan hadir di iPhone, iPad, hingga Mac memungkinkan pengguna bisa memblokir sebagian besar lampiran yang dikirim ke aplikasi pesan di masing- masing perangkat.

img_title Beli iPhone Duo dari Luar Negeri? Ini Biaya Bea Masuk dan PPN yang Perlu Disiapkan

Salah satu hasil penelitian Apple menyebutkan bahwa kasus Pegasus yang membobol keamanan perangkatnya berasal dari penanganan lampiran pesan yang masih lemah. Mode baru juga akan memblokir koneksi kabel ke iPhone saat terkunci berkaca dari perusahaan Israel lainnya, Cellebrite, telah menggunakan cara manual semacam itu untuk mengakses dan meretas iPhone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apple meyakini serangan siber atau pun peretasan model "zero click" memang belum banyak terjadi, sehingga sebagian besar pengguna perangkatnya tidak perlu mengaktifkan "Lockdown Mode".

Untuk memperkuat fitur baru ini, Apple bersedia membayar hingga US$2 juta (Rp30 miliar) jika ditemukan masalah oleh para peneliti keamanan digital dan teknologi pada perangkatnya yang memakai fitur itu. Besarnya dana itu dinilai sebagai hadiah untuk penemuan "bug" terbesar yang kini bisa ditawarkan industrinya.

Ilustrasi HP

HP Sering Muncul Notifikasi Penyimpanan Penuh? Cek File Tersembunyi yang Diam-diam Memakan Memori

Notifikasi penyimpanan penuh di HP? Cek cache, file unduhan, data aplikasi, folder sampah, dan file tersembunyi yang diam-diam memakan memori sebelum menghapusnya.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut