Oppo dan OnePlus Dilarang Jualan Ponsel

Oppo Reno8.
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Naufal

VIVA Tekno – Oppo dan OnePlus menghadapi larangan penjualan ponsel yang meluas menyusul sengketa paten dengan Nokia.

img_title Netizen Tuding Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen Menyebar Fitnah ke Rusia

Dua perusahaan telah berhenti menjual ponsel mereka di Jerman dan mungkin menghadapi masalah serupa di negara Uni Eropa lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama bertahun-tahun, paten dan biaya lisensi telah menjadi inti dari perselisihan yang signifikan antara perusahaan teknologi. Oppo dan OnePlus terpaksa menarik ponsel mereka dari Jerman setelah kalah banding atas gugatan pelanggaran paten dari Nokia.

img_title ChatGPT hingga Roblox Diawasi Sangat Ketat, AS Naik Pitam

Sengketa paten antara Nokia dan Oppo berkaitan dengan teknologi 4G dan telah berlangsung selama beberapa tahun. Pada awal Juli, pengadilan distrik Mannheim mengeluarkan perintah yang mendukung Nokia dan, memerintahkan kedua pihak untuk mencapai penyelesaian.

Tapi jika gagal, larangan penjualan akan dikenakan pada ponsel Oppo. Kedua perusahaan tampak gagal menyelesaikan masalah ini, menyebabkan Pengadilan Regional Munich 1 memberlakukan larangan penjualan pada smartphone Oppo dan OnePlus di negara itu mulai 5 Agustus.

img_title Donald Trump Sambut Rusia di KTT G20, Uni Eropa Tantrum Ogah Ikut 'Foto Keluarga'

Juru bicara Oppo menyatakan bahwa masalah tersebut berasal dari perjanjian lisensi silang 4G dengan Nokia, di mana raksasa Finlandia itu mencari biaya lisensi pembaruan yang terlalu tinggi dan pergi ke pengadilan sehari setelah perjanjian berakhir.

Oppo telah menghapus semua penyebutan smartphone dan daftar produk terkait dari situs webnya di Jerman. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa pengguna dapat terus memakai perangkat tanpa masalah.

Selain itu perusahaan asal China ini mengatakan tidak sepenuhnya keluar dari pasar Jerman. Mereka akan terus menjual produk lain seperti headphone dan aksesori terkait, mengutip dari situs Android Police, Rabu, 10 Agustus 2022.

OnePlus di Jerman juga tidak lagi menyebutkan jajaran produknya. Pihak Oppo sedang bekerja dengan semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Perusahaan diperkirakan memiliki pangsa 10 persen di pasar smartphone Jerman dan mengirimkan sekitar dua juta smartphone setiap tahun di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oppo dan OnePlus dilaporkan harus membayar €2,50 atau Rp38 ribu per smartphone yang dijual sebagai biaya lisensi.

Masalahnya adalah para pihak harus masuk ke dalam kesepakatan lisensi di seluruh dunia untuk mematuhi hukum Jerman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut