Nokia Rilis Ponsel 2660 Flip, Ideal untuk Manula

Nokia 8210, Nokia 2660 Flip, dan Nokia 5710 XA.
Nokia 8210, Nokia 2660 Flip, dan Nokia 5710 XA.
Sumber :
  • HMD Global

VIVA Tekno – Nokia tengah rajin merilis perangkat nostalgia yang mereka perbarui. Padahal, baru bulan lalu mereka mengumumkan akan me-reboot ponsel ikonik 8210 dan meluncurkannya dengan banderol harga 64,99 Poundsterling (Rp1,1 juta).

Sekarang mereka mengumumkan handset lain dengan harga yang sama. Baru saja pembuat telepon asal Finlandia ini mengungkapkan ponsel flip yang pernah sangat populer di era 1990-an yaitu Nokia 2660.

Ponsel akan menjadi perangkat yang mudah digunakan karena menawarkan tombol besar dan tampilan yang diperbesar.

Spesifikasi ini menjadikannya ponsel ideal untuk orang yang lebih tua atau lanjut usia yang tidak nyaman menggunakan smartphone, mengutip dari laman Express, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Nokia 2660 Flip tersedia untuk dipesan hari ini di Inggris dari situs web Nokia dengan tiga varian warna, hitam, merah, dan biru.

Ponsel ini dilengkapi dengan layar 2,8 inchi serta antarmuka pengguna yang diperbesar, yang memudahkan pengguna membaca apa yang ada di layar.

Nokia 2660 Flip

Nokia 2660 Flip

Photo :
  • Nokia

Ponsel Nokia baru ini juga dilengkapi dengan Kompatibilitas Alat Bantu Dengar (HAC) sebagai bonus tambahan lainnya untuk pengguna lanjut usia. Perangkat juga mendukung jaringan 3G dan 4G.

Nokia 2660 Flip disebut memiliki baterai yang akan bertahan selama berminggu-minggu. Ada juga tombol darurat khusus jika mereka perlu menggunakannya. Menekan tombol ini akan memanggil hingga lima kontak dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.

Nokia 2660 Flip juga telah diuji untuk memastikan mekanisme flip akan bertahan selama bertahun-tahun dan cukup tahan lama untuk bertahan melalui puluhan ribu siklus buka-tutup.

"Ponsel flip kami selalu terbukti sangat populer di kalangan manula, tetapi baru-baru ini kami melihat audiens yang lebih muda mengadopsi tren ponsel berfitur berkat kemudahan penggunaannya," ujar Kepala Proposisi Global HMD Global, Adam Ferguson.