Filipina Tak Restui Grab Mengakuisisi Uber

Grab Akuisisi Uber.
Sumber :
  • REUTERS/Beawirtha

VIVA – Grab menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar transportasi berbasis aplikasi online di Filipina apabila proses akuisisi terhadap Uber rampung.

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Hal ini diungkapkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha Filipina, seperti dikutip Philstar, Kamis, 12 Februari 2018. Ketua KPPU Filipina, Arsenio Balisacan, menilai langkah Grab ini menyebabkan kekhawatiran lantaran berpotensi memonopoli pasar transportasi online.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, ia memerintahkan Uber dan Grab untuk menunda integrasi bisnis mereka dan melanjutkan bisnisnya seperti sedia kala.

img_title Jadi Pemegang Saham Mayoritas Lebih dari 50%, Grab Perkuat Komitmen di Superbank

Sementara, Balisacan dan jajarannya memeriksa implikasi domestik dari merger tersebut. Langkah ini juga diikuti oleh pemerintah Singapura.

Transportasi Online.

img_title Grab Buka Suara Soal Rumor Hengkang dari Indonesia

"Penundaan ini tidak berbatas waktu," ungkap Balisacan. Menurut data yang dimiliki KPPU Filipina, tersingkirnya Uber akan memberikan Grab 93,22 persen pasar kendaraan berbagi tumpangan.

Balisacan menuturkan terdapat 59.020 mitra pengemudi yang terdaftar di bawah Grab dan Uber, di mana Grab memiliki sekitar 29.446 mitra pengemudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa transaksi ini berdampak pada berkurangnya persaingan secara substansial. Hampir semua mitra pengemudi Uber pindah ke Grab," ungkapnya.

Untuk mematuhi arahan KPPU Filipina, Grab mengaku akan menanggung biaya menjaga aplikasi Uber berjalan hingga Minggu, 15 April mendatang. (one)

Merger Grab-GoTo

Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

Grab pun menegaskan bahwa perusahaan selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia telah banyak mengambil bagian mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
24 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut