Deretan Ojol Selain Gojek dan Grab, Begini Nasibnya
- REUTERS/Darren Whiteside
LadyJek punya tiga poin penting dalam pelayanannya, yaitu kepraktisan, keamanan dan kenyamanan.
![]()
Ojesy
Ini merupakan kompetitor LadyJek. Berdiri pada 21 September 2015, Ojesy di bawah PT Ojek Syari Indonesia. Yang membedakan Ojesy dengan tiga lainnya adalah layanan transportasi online ini mengharuskan pengendara perempuan Muslim dan berhijab.
Ojesy juga menerapkan aturan kalau penumpangnya pun harus kaum hawa. Platform ini mulai tersebar dalam bentuk pamflet di aplikasi perpesanan WhatsApp.
Selain harus muslimah dan berhijab, pada pamflet itu disebutkan bahwa pengendara wajib memiliki SIM C serta usia maksimal 40 tahun dan mempunyai smartphone Android.
Syarat lainnya adalah harus mendapat izin bergabung menjadi 'Sahabat Ojesy' dari suami atau ayah atau ibu atau saudara.
Untuk monetisasi, antara pengemudi dan manajemen Ojesy pembagiannya berkisar 80-90 persen. Artinya, manajemen Ojesy hanya mendapat keuntungan 10-20 persen saja.
Adapun wilayah beroperasinya Ojesy berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Riau.
![]()
Uber
Perusahaan ini adalah kompetitor tangguh Gojek dan Grab. Masuk ke Indonesia pada Agustus 2014, Uber menawarkan layanan UberMotor dan UberX (Uber untuk mobil) yang berada dalam satu aplikasi yang sama. Namun, pada 26 Maret 2018, mereka resmi hengkang dari Indonesia.
Anterin.id
Setelah Uber meninggalkan Indonesia, terdengar nama Anterin yang diklaim sebagai tujuan utama para mitra pengemudi eks.Uber.Â
Berdiri pada 2016, CEO dan Founder Anterin.id, Imron Hamzah, mengungkapkan aplikasi mereka baru meluncur ke pasaran akhir 2017, tepatnya Desember.
Imron menjelaskan lebih lanjut aplikasi besutannya tersebut. Menurutnya, Anterin adalah transporting marketplace. Ia juga mengungkapkan pengguna berhak memilih dan menggunakan jasa dari service provider yang bersangkutan.
Sebagai catatan, hingga saat ini Anterin hanya bisa diunduh di Google Playstore. Belum lama ini, akun Twitter @Ratryoshka memposting empat gambar soal ojol Anterin.
Salah satu gambarnya menunjukkan pengguna mengira ojol Anterin sudah memiliki jaket dan helm khas seperti transportasi online lainnya.
Namun ternyata, di lapangan masih ditemui pengemudi Anterin yang belum memiliki jaket dan helm. Dalam percakapan di gambar tersebut menyatakan bahwa si pengemudi masih baru dan belum memiliki atribut Anterin.