Taksi Online Boleh Masuk Jalur Ganjil-Genap, Asal...

Pelaksanaan ganjil genap
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

VIVA – Kemungkinan taksi online bisa masuk jalur ganjil-genap seperti transportasi umum lain masih terbuka. Syaratnya para driver harus mengikuti Permenhub 108 untuk menjadi angkutan umum resmi.

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

"Kalau dia sudah resmi menjadi taksi perlakuannya akan sama. Tapi saya juga minta tolong kepada mereka, tolong pengurusan perizinannya ditingkatan. Karena sekarang masih rendah," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut catatan, dari kuota 36 ribu untuk ditempeli stiker, usai pengujian kendaraan, baru 2 ribu taksi online saja yang menjalankannya. Padahal kalau makin banyak driver online yang mengikuti arahan Permenhub, akan semaikin dipercepat usulan taksi online masuk jalur ganjil-genap.

img_title Wanita di Jakbar Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online, Begini Modusnya

Ia tak mau memberi izin hanya untuk sebagian kecil taksi online. Namun saat sudah lebih banyak yang melakukan pengujian kendaraan, maka akan sekaligus diberikan hak untuk masuk seperti moda transportasi umum lainnya.

"Sekaligus. Itu baru dua ribu. Jadi ini sekaligus. Begitu perkembangannya bagus, nanti kita buat kebijakan baru," ujarnya.

img_title Polisi Bekuk Sopir Taksi Arogan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR

Bambang menjamin, jika sudah jadi angkutan umum resmi taksi online tidak akan mengalami berbagai permasalahan lagi. Penerapan Permenhub 108 di taksi online, dikatakan Bambang, mampu menjamin dan melindungi keselamatan driver serta penumpang.

"Ini adalah jasa transportasi yang sangat membantu kami, tolong cepat-cepat diresmikan, dilegalkan. Jadi beroperasi dengan aman dan nyaman," jelasnya.

Ilustrasi pembunuhan.

Mobil Sopir Taksi Online di Pamulang Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Bayar dan Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur

Dirkrimum Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan modus operandi tersangka, yakni menggunakan akun taksi online untuk memesan kendaraan dengan metode pembayaran tunai.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut