Uber Terancam Diusir dari London

Ilustrasi perusahaan jaringan transportasi, Uber
Sumber :
  • REUTERS/Neil Hall

VIVA – Setelah angkat kaki dari Asia Tenggara, Uber terancam akan meninggalkan London, Inggris. Hal ini dikarenakan badan pemerintahan yang mengurus transportasi di kota itu, Transport for London (TfL), tak mengabulkan permintaan lisensi baru Uber pada September 2017 lalu.

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Dalam sebuah dokumen setebal 21 halaman, TfL mempertanyakan apakah Uber merupakan perusahaan yang cocok dan layak untuk beroperasi di London. Mereka menganggap Uber memiliki beberapa kekurangan dalam hal antisipasi driver jika menemukan adanya serangan dan kejahatan lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uber pun tak tinggal diam. Mereka kemudian mengajukan banding. Kendati demikian, Uber terus beroperasi di London hingga menunggu sidang yang akan digelar pada Senin, 25 Juni 2018 mendatang.

img_title Wanita di Jakbar Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online, Begini Modusnya

Walau begitu, tak semua pihak menginginkan Uber hengkang. Ada beberapa pengguna setianya yang masih berharap Uber tetap beroperasi di sana. Wali Kota London, Sadiq Khan, sendiri menyatakan bahwa proses di pengadilan akan berlangsung lama.

Sedangkan dari serikat GMB, Steve Garelick mengatakan, apabila banding ditolak akan ada pengajuan ke pengadilan yang lebih tinggi. Ia juga menambahkan TfL dan Uber akan mencapai kesepakatan selama proses.

img_title Polisi Bekuk Sopir Taksi Arogan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR

Lalu Kepala Penelitian Adam Smith Institute, Sam Dumitriu mengatakan, sebenarnya ada kepentingan TfL untuk membawa perselisihan hukum dalam waktu yang lama. Ia menilai lama kelamaan izin pada Uber akan menjadi lebih longgar daripada yang ada sebelumnya.

"Saya tidak berpikir TfL akan melarang Uber. Namun semakin lama, makin banyak izin yang bisa diekstrak. Ini mengenai mendapatkan tingkat regulasi yang tepat, dan lebih banyak membawa perusahaan teknologi untuk bersabar," ujarnya, dilansir laman Wired, Minggu, 24 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sudut lain, Vice Presiden Uber di Eropa yang baru, Pierre-Dimitri Gore-Coty mengatakan pada Mei lalu perusahaannya telah melakukan banyak hal di Inggris. Beberapa di antaranya membawa mengganti pendekatan keamanan mereka, dan perubahan dengan lebih kooperatif saat bertemu dengan pihak kepolisian.

Sekadar diketahui, beberapa kota lain juga ikut tak memperpanjang lisensi Uber. Alasan terbesarnya mengenai kebocoran data yang terjadi pada Uber 2016 silam.

Ilustrasi pembunuhan.

Mobil Sopir Taksi Online di Pamulang Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Bayar dan Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur

Dirkrimum Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan modus operandi tersangka, yakni menggunakan akun taksi online untuk memesan kendaraan dengan metode pembayaran tunai.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut