Vietnam Dukung Gojek Lawan Grab

Tampilan driver Go-Viet
Sumber :
  • www.docbao.com

VIVA – Gojek telah mengumumkan masuk ke pasar Vietnam dengan menggelar layanan Go-Viet. Ternyata Go-Viet merupakan salah satu pemain berbagi tumpangan atau ride hailing baru, yang bakal menumbuhkan pasar di Vietnam.

img_title Menhub Dudy Dorong Aplikator Layanan Ride Hailing Terus Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

Pemain baru ride hailing yang muncul di Vietnam berasal dari dalam dan luar negeri. Untuk pemain dalam negeri, ada Aber yang didirikan oleh anak muda Vietnam yang menimba ilmu di Jerman. Aber tergolong masih baru seperti Go-Viet. Aber baru diluncurkan pada Juni ini dan menyasar pasar besar di Vietnam, Hanoi dan Ho Chi Min City. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vietnam juga kedatangan pemain baru lokal Fastgo yang dirilis oleh Mpos Vietnam Technology, anak perusahaan teknologi Vietnam, Nexttech.

img_title Tarif Potongan Ojek Online Kini 8 Persen, Driver Mengaku Pendapatan Tak Berubah

Selain itu, pemain lokal ride hailing yang muncul di Vietnam yakni VATO, besutan dari perusahaan transportasi Phouong Trang. Layanan ini mulai beroperasi pada akhir Juni. 

Untuk pemain luar negeri, selain Go-Viet, sudah mengantre untuk mewarnai pasar Vietnam yakni Didi Chuxing asal China, MLV asal Singapura. Ketiga layanan ini bakal hadir di Vietnam pada semester kedua tahun ini.

img_title Gojek Berlakukan Biaya Pembatalan GoCar Rp3.000, Simak Aturan Lengkapnya

Ternyata pemerintah Vietnam begitu mendukung munculnya pemain baru ride hailing. Usut punya usut, otoritas Vietnam ingin pemain baru bisa melawan dominasi Grab setelah mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. 

"Kami mengharapkan operator Vietnam untuk mengenalkan aplikasi serupa agar bersaing secara adil di pasar sini," ujar Mantan Wakil Kementerian Transportasi Vietnam, Nguyen Hong Truong dikutip dari Nikkei Asian Review, Jumat 29 Juni 2018. 

Layanan Gojek.

Regulator Vietnam memang membidik Grab agar tak meonopoli pasar ride hailing di negerinya sejak April lalu seiring dengan akuisisi Uber. 

Pada Mei lalu, Vietnam Competition Authority (VCA) menemukan pangsa pasar Grab di Vietnam sudah melebihi 50 persen. Atas temuan itu, VCA menyerahkannya ke Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam untuk ditindaklanjuti. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan Grab berupaya melawan VCA. Perusahaan asal Singapura ini berdalih, pangsa pasar mereka di Vietnam masih di bawah 30 persen setelah akuisisi Uber. 

Belum lama ini, 23 Juni 2018, Kementerian Transportasi Vietnam menolak permintaan Grab untuk memperluas program percontohan layanan di kota lain yakni Ninhthuan, Dongthap dan Gialai. (mus)

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin

Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

PT KAI menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan ekosistem transportasi terintegrasi di Kota Bogor, bersama Pemkot Bogor, Gojek, dan Gopay.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut