KoinWorks Disuntik Hampir Rp2 triliun oleh Modal Ventura AS

Startup KoinWorks menggelar ARTificial Intelligence, beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti

VIVA – Perusahaan rintisan yang bergerak di bisnis pinjam-meminjam uang berbasis teknologi (startup fintech peer-to-peer lending), KoinWorks, memperoleh pendanaan Seri A dari Quona Capital, modal ventura asal Amerika Serikat, sebesar US$141 juta atau Rp1,96 triliun lewat Accion Frontier Inclusion Fund.

img_title Benahi Tata Kelola, Perusahaan Fintech Ini Terapkan Sistem Meritokrasi

“Indonesia salah satu pasar fintech dan inklusi keuangan yang tumbuh paling cepat. Kami berkomitmen mencari perusahaan pemberi pinjaman yang bertanggung jawab dan komitmen untuk memberdayakan UKM. Kami bangga bekerja sama dengan KoinWorks," Co-Founder Quona Capital, Ganesh Rengaswamy, dikutip dari Deal Street Asia, Selasa, 8 Januari 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Accion Frontier Fund adalah anak usaha yang disokong oleh lembaga nirlaba Accion International dan dikelola oleh Quona Capital.

img_title Bantu Masyarakat Bangun Reputasi Kredit, Indodana Fintech Soroti Peran Credit Scoring

Sementara itu, Co-Founder dan Chief Executive Officer KoinWorks, Benedicto Haryono, mengaku tambahan modal ini akan dipakai untuk meningkatkan jumlah pengguna.

"Kami mencatat sudah ada 100 ribu pendana (investor) yang terdaftar di platform kami hingga kuartal IV 2018. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat atas imbal hasil dan rendahnya angka gagal bayar di KoinWorks," kata Haryono, lewat keterangannya.

img_title Regulator hingga Investor Didorong Sinergis Benahi Tata Kelola Ekosistem Startup Nasional

Sejalan dengan itu, ia menegaskan bahwa KoinWorks berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang memudahkan pendana dalam menggunakan platform KoinWorks. Salah satunya lewat fitur RoboLending yang bisa menentukan portofolio berdasarkan imbal hasil yang telah ditentukan.

Haryono menilai kolaborasi KoinWorks dan Quona fokus pada pengembangan teknologi yang dinilai berpengaruh kuat untuk meningkatkan kualitas, akses, dan keterjangkauan layanan keuangan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data KoinWorks, masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses layanan perbankan (unbanked) mencapai 33 persen dari total penduduk sebesar 265 juta jiwa.

Artinya, ada sekitar 87,45 juta jiwa unbanked. Sementara itu, 26 persen atau 22,74 juta jiwa, dari 33 persen populasi unbanked memiliki kualifikasi untuk mendapat layanan keuangan secara penuh. (ann)

Ilustrasi fintech.

Dorong Ekosistem Fintech RI Makin Aman dan Terpercaya, Peran Influencer Keuangan Perlu Diperkuat

Survei SNLIK 2026 mencatat, indeks inklusi keuangan keuangan di Indonesia sudah mencapai 93,61 persen, namun literasi keuangan baru mencapai 69,57 persen.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut