Gojek Sudah Decacorn, Startup Indonesia Ini Bentar Lagi Nyusul

Lobi kantor Gojek.
Sumber :
  • Dokumen Gojek

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup asal Indonesia, Gojek telah naik kelas dari status unicorn menjadi decacorn. Hasil riset perusahaan penyedia platform analisis global, CB Insights, bertajuk The Global Unicorn Club, menunjukkan valuasi Gojek telah menyentuh US$10 miliar. Dengan demikian, Gojek sudah menyandang status decacorn atau 10 kali lipat dari valuasi unicorn. 

img_title Perlebar Peluang bagi Brand Lokal, Discovery Commerce Dongkrak Nilai Transaksi Fesyen hingga 70 Persen

Dari daftar 326 startup unicorn di dunia yang dirilis CB Insight dalam laporan tersebut, posisi Gojek dalam klasemen tersebut berada di peringkat ke-18 dengan valuasi US$10 miliar. Pesaing Gojek, Grab berada di posisi ke-15 dengan valuasi perusahaan US$11 miliar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi Gojek setara dengan DJI Innovations (startup hardware), Infor (startup Internet of Things), dan One97 Communications (startup teknologi finansial). Ketiga startup ini valuasinya sama dengan Gojek, yakni US$10 miliar. 

img_title Seratusan Produk UMKM Lokal Program Pilihan Busan Dipasarkan di Tokopedia-TikTok Shop

Startup Indonesia lainnya, menurut daftar CB Insight tersebut, masih berjuang untuk mencapai status decacorn. CB Insight menempatkan Tokopedia di peringkat ke-27 dengan valuasi perusahaan US$7 miliar per Maret 2019 . 

Artinya marketplace e-commerce besutan William Tanujaya itu butuh peningkatan valuasi sampai US$3 miliar lagi, untuk bisa naik kelas menjadi decacorn. 

img_title Usung 'Pilihan Busan', Mendag Budi Kurasi Langsung Produk Lokal Berkualitas di Tokopedia dan TikTok Shop

Startup Indonesia lainnya dalam daftar tersebut menunjukkan, Traveloka Indonesia valuasinya baru menyentuh US$2 miliar dan Bukalapak masih bertahan pada valuasi US$1 miliar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam daftar tersebut, CB Insight menempatkan startup asal China Bytedance atau sering disebut Tautiao, sebagai startup paling bernilai dalam segmen media. Induk perusahaan dari TikTok itu mencapai valuasi US$75 miliar menyusul suntikan investasi dari SoftBank pada November tahun lalu. 

Mengekor di belakang Bytedance, ada platfform on demand Uber dengan valuasi US$72 miliar, Didi Chuxing dengan valuasi US$56 miliar. Induk perusahaan TikTok itu masih unggul valuasinya dari perusahaan kelas dunia seperti SpaceX yang mana valuasinya US$21,5 miliar, atau AirBnB dengan valuasi US$29,3 miliar. (dhi)

Ilustrasi penjualan online.

4 E-Commerce Ini Bakal Resmi Pungut Pajak Mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli

Deretan e-commerce ini seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli dijadwalkan mulai memungut PPh pedagang online pada 1 November 2026. Simak tarif dan pengecualiannya.

img_title
VIVA.co.id
10 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut