Mendanai Sektor 'Anak Tiri' Bank

Warung jadul dengan toples zaman dulu yang unik.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Bisnis pinjaman-meminjam uang lewat online atau peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia makin menjanjikan. Meski perekonomian global melambat, yang tentunya berdampak ke Indonesia, tidak menyurutkan industri ini dalam menyalurkan pembiayaan.

img_title Bisnis Kuliner Berkembang, Peralatan Pendingin Komersial Jadi Bagian Penting

Kini, sejumlah fintech P2P lending membidik pendanaan modal usaha untuk warung kecil, yang merupakan bagian dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya perusahaan rintisan berbasis teknologi keuangan atau startup fintech, Modalku. Satu sisi, ada alasan mengapa Modalku berani meyakinkan pemberi pinjaman (lender) agar berinvestasi di platformnya, namun sisi lain, sangat percaya memberi akses pinjaman modal (borrower) ke sektor-sektor kecil seperti warung.

img_title Jualan di Warung Pakai HP Rp1 Jutaan, Ini Spesifikasi yang Membantu Mencatat Utang dan Transaksi

Menurut Chief Operating Officer Modalku, Iwan Kurniawan, karena warung merupakan sektor yang underserved atau tidak dilirik oleh perbankan. Meski jadi 'anak tiri' bank, tapi warung punya kelebihan, yaitu minim risiko dan proses pengembalian pinjamannya cepat.

CEO Reynold Wijaya dan COO Modalku, Iwan Kurniawan.

img_title Modal Rp10 Ribu Bisa Mulai Investasi Digital? Kenali Pilihan Aset, Biaya, dan Risikonya

"Kami sudah lihat portofolionya. Risiko mereka kecil dan pengembalian modalnya juga cepat. Kan, tenor atau jangka waktunya lebih pendek dibanding usaha lain yang berkisar 2 hingga 3 tahun," katanya kepada VIVA dan sejumlah media di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Ia menambahkan, sejauh ini masih menyasar pelaku UMKM di wilayah Jabodetebek, Bandung dan Surabaya. Namun, secara jumlah total dirinya mengaku belum bisa memastikan angkanya.

Iwan mengatakan, penyaluran modal kepada warung adalah bentuk komitmen Modalku dalam hal pengembangan bisnis. Ia menyebut, untuk wilayah Jabodetabek saja, ada sepertiga dari pelaku UMKM tidak punya rekening bank.

"Banyak sekali belum punya rekening. Jadi, intinya kami punya produk luar biasa dengan tenor 6 bulan sampai 1 tahun. Ini yang kami dukung kepada warung-warung kecil," jelasnya. Ia pun memberi maksimal pinjaman ke sektor usaha ini sekitar Rp10 juta, tenor satu tahun, serta bunga yang masuk akal.

Meski begitu, bukan berarti Modalku tidak memiliki hambatan. Menurut Iwan, mayoritas pemilik warung belum mengerti menggunakan smartphone untuk bertransaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mitos Pesugihan Warung Yang Masih Dipercaya Sampai Kini

Karena itu, ia mengaku akan menyiapkan tim untuk memberi edukasi kepada mereka. "Gaptek (gagap teknologi) mas. Jadi, mau tidak mau, kita didik dan ajari mereka cara pakai mobile, cara daftar dan transaksinya gimana," ungkap Iwan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut