Logo WARTAEKONOMI

Kerja Sama Kredivo-Erafone, Nyicil Beli HP Makin Gampang

Gandeng Erafone, Kredivo Sediakan Layanan Kredit Instan. (FOTO: Tanayastri Dini Isna)
Gandeng Erafone, Kredivo Sediakan Layanan Kredit Instan. (FOTO: Tanayastri Dini Isna)
Sumber :
  • wartaekonomi

Kredivo, kartu kredit digital untuk milenial Indonesia, mengumumkan kemitraannya dengan perusahaan ritel perangkat telekomunikasi terbesar di Indonesia, Erafone, anak usaha dari Erajaya Group.

Kerja sama ini merupakan komitmen kedua belah pihak untuk bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat Indonesia dalam mencicil produk gadget dan elektronik berkualitas di outlet Erafone tanpa menggunakan kartu kredit dengan bunga yang hampir sama dengan bank serta proses serba digital yang praktis.

Untuk bertransaksi di Erafone menggunakan Kredivo, pengguna hanya perlu memindai kode QR yang diberikan kasir dan memasukkan PIN serta OTP (one time password). Jumlah cicilan yang harus dibayar serta pilihan tenor akan ditampilkan sebelum transaksi diselesaikan oleh pengguna.

Berbeda dengan perusahaan multifinansial lainnya yang membutuhkan proses berminggu-minggu untuk mendapat verifikasi kredit, Kredivo memungkinkan konsumen untuk mendaftar melalui aplikasi dan mendapat limit hingga 30 juta dalam hitungan menit. Konsumen akan mendapatkan fasilitas cicilan hingga 12 bulan dengan bunga hanya 2,95% per bulan.

Lily Suriani, VP Business Development FinAccel, perusahaan yang menaungi Kredivo menyatakan kerjasama ini bertujuan memberikan kemudahan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat mengingat produk elektronik seperti smartphone telah menjadi alat penunjang utama.

"Erafone menyediakan perangkat telekomunikasi berkualitas sementara Kredivo memberikan akses kredit instan yang aman, nyaman dan terjangkau untuk mendapatkan produk tersebut,” kata dia belum lama ini.

Kemitraan ini juga merupakan solusi untuk mendongkrak penjualan smartphone yang menurun pada tahun ini. Lembaga riset CSS Insight memprediksikan bahwa penjualan smartphone pada tahun ini menurun sebesar 3%. Salah satu alasannya adalah pasar yang mulai jenuh, siklus penggunaan smartphone yang lebih lama dan juga tingginya harga flagship smartphone.