Dikucuri Rp180 Miliar, Ralali.com Ingin Seperti Gojek dan Grab

Ilustrasi super app.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Pendiri dan Kepala Eksekutif Ralali.com, Joseph Aditya, mengaku akan fokus membangun platformnya menjadi aplikasi super atau super app pada semester kedua tahun ini. Rencana tersebut berkaitan dengan suntikan dana segar yang baru diperoleh Ralali sebesar US$13 juta atau Rp180 miliar.

img_title Menhub Dudy Dorong Aplikator Layanan Ride Hailing Terus Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

"Minggu lalu kami baru rilis dapat funding untuk jadi super app," kata dia di Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Arbor Ventures, TNB Aura dan Qualgro (ketiganya dari Singapura), ZIGExN Co.Ltd (Jepang), serta AddVentures (Thailand).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aditya mengatakan bahwa super app ini akan sama seperti super app yang ada pada platform seperti Gojek dan Grab. Di mana kebutuhan pengguna bisa dipenuhi melalui satu aplikasi.

img_title Tarif Potongan Ojek Online Kini 8 Persen, Driver Mengaku Pendapatan Tak Berubah

"Dari mereka kulakan (penjual) barang butuh pinjaman atau mereka melakukan investasi semua bisa dilakukan hanya dalam satu aplikasi, termasuk pembayaran listrik, BPJS karyawan," jelas dia.

Pada tahun pertama ini, Aditya akan menekankan pada industri fintech terlebih dahulu. Ia siap membantu pengguna meraih pendanaan dan juga investasi.

img_title Gojek Berlakukan Biaya Pembatalan GoCar Rp3.000, Simak Aturan Lengkapnya

Dengan super app tersebut, Ralali.com akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Namun, Aditya mengaku tidak akan sembarangan untuk membagikan data pribadi pengguna.

"Data yang diberikan hanya yang dibutuhkan oleh pihak lain. Kami tidak akan memberikan semua data pribadi pengguna. Jadi, kerja sama yang dilakukan bukan berarti data milik kami jadi milik mitra juga," ungkap Aditya.

Informasi saja, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sudah ada 1.227 lembaga yang bisa mengakses data kependudukan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lembaga perbankan mendominasi di kisaran 800, bursa efek sekitar 100 lembaga, asuransi dan perusahaan lainnya ada sekitar 50 lembaga, 8 lembaga penegak hukum, dan 4 perguruan tinggi.

Meski begitu, kerja sama tersebut dinilai tidak bertentangan dengan UU Administrasi Kependudukan dan Peraturan Pemerintah No.40 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan UU tersebut. Apalagi kerja sama itu hanya dalam bentuk verifikasi data, bukan pemberian data.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin

Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

PT KAI menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan ekosistem transportasi terintegrasi di Kota Bogor, bersama Pemkot Bogor, Gojek, dan Gopay.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut