Eks Petinggi Intelijen Israel Dirikan Startup Penangkis Serangan Siber

Ilustrasi startup.
Sumber :
  • Medium

VIVA – Mantan Kepala Badan Keamanan Israel atau Shin Bet, Yuval Diskin, baru saja mendirikan startup keamanan siber bernama Opora. Ia pernah menjadi petinggi intelijen di Shin Bet pada periode 2005-2011.

img_title Kawasan Hutan Diduga Dikuasai Ilegal, Satgas PKH Mulai Bongkar Jaringan Perusahaan Arif Kurniawan

Opora mengembangkan platform Adversary Threat Protection atau Perlindungan Ancaman Musuh yang mampu mendeteksi dan memonitor potensi serangan siber selama tahap persiapan dan perencanaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, perusahaan menawarkan pendekatan keamanan preemptive untuk klien bisnisnya. Opora juga disiapkan untuk pra-serangan siber.

img_title Cek 7 Pengaturan HP Ini! Ada Tanda Penyadapan yang Sering Luput dari Perhatian

Mengutip situs Kr-Asia, Rabu, 17 Juni 2020, perangkat lunak atau software juga menyediakan adversary firewall untuk perusahaan dan organisasi yang memungkinkan memblokir dan kebocoran sebelum kampanye inisial dan seluruh rantai serangan.

Menurut Diskin, pendekatan yang dilakukan Opora meminjam dari cara keamanan Israel, yaitu mengatakan serangan teror dan bunuh diri di mana waktu adalah segalanya serta keinginan untuk mencegah serangan.

img_title Ngeri! Serangan Siber Bikin Freezer Supermarket Eropa Panas, Ribuan Produk Terancam Terbuang

"Penyerang adalah manusia dan mereka melakukan kesalahan. Jika Anda ada di tempat yang benar di waktu yang tepat, Anda bisa menangkap mereka," katanya.

Ia menambahkan teknologi perusahaan bisa mengidentifikasi infrastruktur ancaman dan mengumpulkan informasi tentang potensial target serta niat.

Diskin menjelaskan jika pendekatannya berfokus pada penyerang, membawa strategi yang berbeda dari pasar masyarakat sipil dan bisa menutup celah antara attacker dan defender.

Menurut salah satu pendiri dan kepala intelijen Opora, Noam Jolles, perusahaannya membangun lanskap ancaman bagi organisisasi untuk meningkatkan level lapangan. Ia menuturkan kesuksesan serangan siber memburuhkan pengorganisasi, persiapan serta waktu, dan di sanalah Opora masuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami memulai Opora karena kami sadar untuk mendapatkan kontrol atas keamanan siber dan musuh yang sebagian besar ada dibalik kekacauan itu, tim IT membutuhkan keunggulan preemptive," ungkap Jolles.

Kantor pusat Opora berada di San Fransisco, Amerika Serikat, namun tim R&D di Israel. Mereka baru saja mengumpulkan US$7 juta dalam seed round yang dipimpin oleh Jerusalem Venture Partners (JVP).

Juru Bicara Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Barita Simanjuntak

Jaringan Perusahaan Arif Kurniawan Kuasai Hutan Ilegal, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Penegak Didalami Satgas PKH

Satgas PKH mulai menelusuri dugaan keterkaitan sejumlah perusahaan yang diduga terafiliasi dengan sosok Arif Kurniawan dengan oknum aparat penegak hukum.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut