COVID-19 Belum Padam, Mitra Gojek Putar Otak untuk Bertahan

gojek
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Virus Corona COVID-19 telah mempengaruhi seluruh industri, termasuk ekosistem yang ada di Gojek. Hampir semua mitra pengemudi atau driver mengalami penurunan transaksi, bahkan untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) persentase penurunannya hingga 85 persen.

img_title Diikuti Puluhan UMKM, SMEXPO Cirebon 2026 Diapresiasi Wali Kota karena Buka Peluang Akses Pasar Lebih Luas

Menurut Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Alfindra Primaldhi, pandemi membuat UMKM mengalami kesulitan produksi, di mana masalah utamanya terletak pada peningkatan harga bahan baku. Mereka juga mengaku mengalami penurunan pelanggan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga berdampak pada proses penjualan. Karena tidak ada kepastian akhir dari PSBB, pembatasan jam operasional dan tidak menerima pelanggan di tempat," kata Alfindra, melalui konferensi pers virtual, Senin, 3 Agustus 2020.

img_title Punya Usaha Kecil? Ini 5 Cara agar Bisnis UMKM Makin Dikenal dan Dilirik Konsumen

Setengah dari mitra baru yang bergabung sama Gofood adalah ibu rumah tangga dan pekerja swasta. Menurutnya, pandemi menjadi alasan utama masyarakat memulai bisnis.

Sebesar 71 persen mitra baru Gofood bergabung karena pandemi. "Selama pandemi, mitra menerima beragam bantuan sosial dari ekosistem Gojek. Sebanyak 41 persen juga mengaku merasa diperlakukan lebih baik oleh pelanggan," tutur dia.

img_title Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa

Mayoritas mitra Gofood juga ditemukan memberikan bantuan sosial dengan rincian 44 persen kepada pengemudi ojek online dan 31 persen orang-orang yang ada di pinggir jalan. Artinya, ada perilaku gotong-royong dalam ekosistem Gojek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alfindra menambahkan jika studi yang mereka lakukan menunjukkan ekosistem Gojek berupaya keras bertahan di tengah pandemi. UMKM menjadi yang terdampak cukup berat, namun mereka tidak membiarkan dirinya hancur.

"Semua unsur saling membantu untuk dapat bertahan. Tidak ada kewajiban mitra saling membantu mitra lainnya. Tapi mereka dengan sukarela saling tolong-menolong," paparnya.

Wakil Ketua MPR RI, Ibas Yudhoyono

Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

Ibas mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian batik dan seni budaya lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut