Riset: GoFood Memimpin Layanan Pesan Antar Berkat Hal Ini

Layanan drive thru di Posko Aman Bersama Gojek
Sumber :
  • Dok: Gojek

VIVA – Riset tematik yang dilakukan CLSA menunjukkan, bahwa layanan pesan antar makanan GoFood memiliki banyak pelanggan yang setia ketimbang kompetitornya.

img_title Bisnis Retail di Tengah Tren Belanja Online, Pola Konsumen Makin Berubah

Hasil lembaga survey itu mencatat, mayoritas orang atau mencapai 35 persen lebih memilih GoFood, sedangkan kompetitor hanya 20 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam catatan riset yang dipegang oleh analis CLSA, Jonathan Mardjuki memperlihatkan bahwa layanan antar makanan online dipilih, karena merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di tengah pandemi.

img_title BGN Siapkan Aplikasi Rating, Masyarakat Bisa Sampaikan Keluhan Pelayanan MBG Mulai dari Bintang 1-5

“Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri, dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan, bahwa 70 persen dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Jumat 26 Februari 2021.

Survei dilakukan terhadap 450 responden, mayoritas berasal dari Jakarta dan Bodetabek dan dibagi ke berbagai segmen berdasarkan pendapatan bulanan.

img_title 10 Aplikasi Filter Foto yang Bisa Membantu Mengubah Gambar Biasa Menjadi Lebih Menarik

Hasil survei didasarkan pada tingkat pendapatan, preferensi merek mereka, seberapa teratur mereka memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

“GoFood menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah familiar dengan aplikasi, ketergantungan pada GoPay e-wallet dan ramah pengguna,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk GrabFood yang menjadi kompetitor, kata Jonathan, menurut hasil riset sebesar 60 persen responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama.

“Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal, sedangkan Grab mengandalkan komersialitas. Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa ini akan berdampak positif bagi pasar Indonesia,” ungkapnya.

Ilustrasi pakaian batik.

Industri Batik Didorong Lebih Inklusif, Pelaku Baru Mulai Bermunculan

Industri batik terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak pelaku dari berbagai latar belakang. Selain menjadi bagian dari sektor kreatif dan budaya, aktivitas…

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut