Mantan Pendiri Bukalapak Achmad Zaky Punya Kabar Baik

Pendiri Bukalapak Achmad Zaky
Sumber :
  • ANTARA Foto/Puspa Perwitasari

VIVA – Mantan Pendiri Bukalapak Achmad Zaky Punya Kabar Baik. Melalui yayasannya, Achmad Zaky Foundation, ia menyatakan keterlibatannya dengan Kampus Merdeka yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan meluncurkan program Startup Campus 2021.

img_title Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Video Hadang Mahasiswa Pendemo Viral

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di kampus saja, namun juga bisa di luar pendidikan formal. Hal ini cocok dengan misi Achmad Zaky Foundation untuk mendidik mahasiswa mengenai entrepreneur dengan para ahli di bidangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misinya sih bagaimana menyebarkan best practice ke mahasiswa. Bagaimana program ini nanti bisa melahirkan pendiri perusahaan teknologi yang bisa menciptakan inovasi, menyelesaikan masalah, dan menciptakan lapangan kerja yang akan membuat negara kita lebih baik ke depannya," kata Zaky, Rabu, 30 Juni 2021.

img_title Siapa Pengguna AI Terbesar di Indonesia? Golongan Ini Tempati Posisi Teratas

Peserta program ini harus membentuk tim yang terdiri dari dua orang dan mempunyai ide yang bagus. Pendaftaran program kedua akan tersedia pada 1-15 Juli 2021. Mereka akan melalui tiga tahap seleksi, yang terdiri dari proses administrasi, penjelasan ide startup, profil tim serta wawancara.

Achmad Zaky menyebut Indonesia merupakan salah salah satu negara terbanyak yang melahirkan startup-startup terbaik di dunia. Tercatat Indonesia menempati peringkat ke 5 dengan jumlah startup sekitar 2.967, menurut situs startupranking.com.

img_title Unjuk Rasa di Tugu Tani Hari Ini, Mahasiswa Lepas Almamater, Apa Alasannya?

"Startup Campus memiliki semangat yang sama dengan Kampus Merdeka Kemendikbudristek, yaitu memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk mendapatkan pengalaman langsung dengan membangun karir dan bisnis di dunia startup," ungkap dia.

Peserta yang lolos berhak mengikuti pelatihan bersertifikasi, setara dengan 20 SKS. Mereka telah memiliki tolak ukur keberhasilan program dengan 15-30 tim on boarded, tingkat penyelesaian 80 persen, nilai evaluasi mentor dan tingkat kepuasan mencapai skala 4 dari 5.

Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi (kanan)

BPK Temukan 320 Mahasiswa Wafat Masih Terima Bantuan KIP, Begini Kata Kemendiktiksaintek

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan adanya 320 mahasiswa dengan status meninggal dunia, namun masih menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut