Digitalisasi UMKM di Indonesia Banyak Banget Tantangannya

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Wakil Departemen Edukasi dan Literasi Keuangan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), Andriani Lintott, menjelaskan sejumlah tantangan untuk mempercepat digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di Indonesia.

img_title Rapat dengan Luhut, Tito Tekankan Penguatan Sistem IT untuk Dukung Digitalisasi Perlinsos

Salah satunya masih ada jarak (gap) antara para pelaku UMKM dengan para pendukung lainnya seperti pembiayaan dan kredit modal, serta perlunya literasi keuangan. "Untuk itu, kami bertindak proaktif untuk menjembatani pasar kita dan level atas di pemangku kebijakan serta asosiasi," ujar Andriani, Selasa, 10 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Literasi keuangan juga menjadi tantangan, menurut Andriani. Melalui data yang dikutip dari laporan bertajuk "Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan" dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, yang ia paparkan, indeks literasi keuangan dua tahun lalu ini telah mencapai 38,03 persen.

img_title Teken SEB Digitalisasi Layanan Jemaah Haji Berbasis Data Kependudukan, Mendagri Soroti Antrean Keberangkatan Jemaah

"Angka ini meningkat dibandingkan survei yang sama di tahun 2018 sebesar 29,7 persen. Hanya saja, memang masih diperlukan edukasi lebih lanjut agar penggunaan layanan (keuangan digital) bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat," kata Andriani.

Di masa pandemi COVID-19, Andriani mengatakan sistem pembayaran dengan layanan fintech cenderung meningkat dan membantu individu serta UMKM dalam melaksanakan transaksi.

img_title Pacu Adaptasi di Era AI, KAI Dongkrak Layanan Pelanggan via Transformasi Digital

Jumlah transaksi uang elektronik mencapai puncaknya pada awal-awal pandemi pada April 2020 dengan kurang lebih 400 juta. Angka ini sempat menurun, namun cenderung stabil hingga akhir tahun lalu. Pun dengan jumlah transaksi dengan menggunakan kartu kredit dan ATM.

Andriani melanjutkan, penyedia layanan fintech di Indonesia juga terus menyediakan akses pendanaan bagi UMKM dan konsumen individual. "Jumlah total penyaluran pinjaman terus meningkat. Pada Desember 2020, jumlah tersebut mencapai Rp155,9 triliun. Mayoritas peminjam berasal dari Pulau Jawa," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, penyelenggara fintech juga menerapkan berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat semasa pandemi COVID-19. Di antaranya digital signature yang telah mendukung aplikasi kartu kredit online untuk lebih dari 50 ribu konsumen, memfasilitasi 5 juta warung dalam penjualan produk secara daring, hingga fakta bahwa 550 ribu dari 600 ribu pedagang e-wallet merupakan UMKM.

Di sisi lain, laporan dari KoinWorks bertajuk "Digital SME Confidence Index 1st Half of 2021" mencatat bahwa pada awal 2021, bisnis UMKM mengalami peningkatan dibandingkan dengan penjualan di semester II 2020 yang turun 33,2 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut