Kesengsem sama Industri Mobile Game

Ilustrasi mobile game.
Ilustrasi mobile game.
Sumber :
  • VIVAnews / Riki Ilham Rafles

VIVA – Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan industri game tercepat di dunia.

Berdasarkan laporan Newzoo, Asia Tenggara menghasilkan pendapatan dari industri game senilai US$4,4 miliar (Rp63,2 triliun) pada 2019 atau tumbuh 16 persen year-on-year (YoY).

Sebanyak 70 persen dari total pendapatan atau US$3,1 miliar (Rp44,5 triliun) berasal dari mobile game. Kemudian, pada 2021, Newzoo mencatat sekitar 82 persen populasi online di Asia Tenggara bermain mobile game.

Laporan lainnya dari InMobi2 mencatat, Indonesia mengalami peningkatan jumlah mobile gamer sebanyak dua kali lipat dan penggunaan aplikasi mobile game mencapai empat kali lipat pada periode Januari 2020 hingga Januari 2021 (YoY).

Tingginya minat masyarakat di Tanah Air terhadap mobile game ini menjadi basis dari Traveloka merambah sektor tersebut dengan menggelar 'Game Farm International Championship' yang berhadiah total voucher Rp675 juta ini sudah berjalan sejak 6 hingga 19 Desember 2021.

Vice President of Marketing Transport and Financial Services Traveloka Andhini Putri mengaku inovasi merupakan DNA Traveloka yang tentunya berlandaskan pada data terkait tren dan perilaku konsumen.

"Kami melihat adanya peningkatan minat yang pesat terhadap mobile game di kawasan Asia Tenggara. Pertandingan mobile game yang kami lakukan untuk 12.12 Deals diharapkan dapat memberikan pengalaman baru yang menyeluruh, unik, dan lebih interaktif bersama Traveloka,” kata dia, Rabu, 8 Desember 2021.