'Perang' E-Commerce Tokopedia, Shopee dan Lazada, Siapa Jawara?
- Unsplash
Bukan itu saja. Astrid melihat Ramadhan banyak mengubah kecenderungan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia, di mana justru banyak yang lebih aktif pada malam daripada siang hari. Perubahan perilaku ini juga terlihat dalam kebutuhan mereka dalam berbelanja online.
Hasil riset Snapcart menunjukkan 34 persen responden lebih suka berbelanja pada malam hari (antara pukul 18.00-24.00), diikuti 29 persen responden berbelanja pada siang hari (pukul 12.30-15.00), serta 15 persen responden suka berbelanja pas waktu ngabuburit (pukul 16.00-18.00) sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Kemudian, 14 persen responden mengaku lebih suka belanja pada pagi hari (pukul 09.00-11.00), dan 8 persen responden mengaku suka memanfaatkan waktu setelah sahur sambil menunggu subuh (pukul 03.00-06.00) untuk berbelanja online. "Ini menarik," jelas Astrid.
Ramadhan tidak lepas dari promo yang menjadi salah satu hal yang paling dicari masyarakat. "Potongan harga atau penawaran terbaik menjadi salah satu aspek yang menjadi daya tarik utama pada setiap program yang dihadirkan khususnya selama bulan puasa," paparnya.
Riset Snapcart menyebut sebanyak 74 persen responden mengaku mengetahui program Shopee-Gratis Ongkir Rp0 Semua Toko. Lalu, 48 persen responden mengetahui program Shopee-Cashback 50% 5 Waktu, dan 61 persen mengetahui program Shopee Serba Seribu.
Diikuti dengan program-program promo lain yang diketahui oleh responden, seperti Tokopedia-Cashback Sebar Kumpul Untung Ramadan Ekstra (26 persen), Tokopedia-Flash Sale Ramadan Ekstra Diskon Kilat (38 persen), Lazada-Gratis Ongkir Ramadan Festival (19 persen), dan Lazada-Diskon Langsung Ramadan Festival (15 persen).
"Kami melihat aspek yang membuat masyarakat untuk memilih destinasi belanja online dipengaruhi oleh banyak hal, seperti promo, pilihan produk yang ditawarkan, hingga fitur hiburan. Hal inilah yang membuat nilai saing Shopee kuat selama bulan Ramadhan," ujar Astrid.