Perusahaan Ini Usung Konsep 'Cruelty Free', Apa Itu?

Ilustrasi uji coba produk di lab.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA Tekno – Cruelty Free adalah konsep yang pertama kali muncul dari dunia mode, karena penggunaan bulu hewan asli untuk mantel musim dingin. Pada produk kosmetik, label cruelty free berarti tidak membahayakan atau membunuh hewan.

img_title Media Sosial TikTok Blokir Jutaan Akun Gegara Ini

Bisa dari bahan ataupun proses pembuatannya. Hingga kini, tentu saja masih ada produk kosmetik yang menggunakan bahan baku hewani, seperti dari beeswax (lilin lebah) atau asam laktat dari susu sapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika bahan baku tersebut diperoleh tanpa menyakiti hewan, maka produk tersebut tergolong cruelty free. Begitu juga pada pengujian produknya. Jika tidak diujikan pada hewan, produk tersebut bisa tergolong cruelty free.

img_title 9 Juta Akun TikTok Anak Dinonaktifkan, Instagram 85 Ribu-Facebook 99 Ribu

Hanasui, brand kosmetik lokal yang berdiri sejak 2016 dan diproduksi oleh PT Eka Jaya Internasional, mengaku jika semua produknya telah memperoleh sertifikat Izin Produksi, Cara Pembuatan Kosmetik yang baik (CPKB), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Halal dari MUI.

Dengan begitu, produk yang dihasilkan sudah menerapkan standard mutu yang berkualitas dan aman, serta mengusung konsep cruelty free. Hal ini diungkapkan secara gamblang oleh Pendiri PT Eka Jaya Internasional Ferry Firmanto, selaku pemilik brand Hanasui.

img_title Polisi Ungkap 2 Akun Instagram Lain yang Mobilisasi Pelajar untuk Aksi Rusuh

Ilustrasi lebah

Photo :
  • www.pixabay.com/ju1959jjj

"Melihat tren kecantikan saat ini yang semakin berkembang di mana banyak brand lokal baru yang bermunculan hingga menjadi viral di masyarakat melalui media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube membuat kami semakin giat merilis produk-produk terbaru yang berkualitas," jelas dia, dalam keterangan resminya, Selasa, 30 Agustus 2022.

Tren kecantikan di tahun ini diprediksi akan terus berkembang dan mendominasi dengan berbagai riasan makeup yang trendi, lip looks, hingga tatanan gaya rambut. Hanasui terus berusaha untuk mengikuti tren kecantikan yang ada seiring berkembangnya industri kecantikan saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami banyak belajar tentang industri yang sangat kompetitif ini. Dengan tetap relevannya produk dan strategi pemasaran. Kami berharap bisa menguasai market share (pangsa pasar) yang lebih luas lagi tahun ini," tegas Ferry.

Ilustrasi aktivitas di medsos

Pengakuan Mengejutkan Konten Kreator Asal Medan yang Hina Yesus saat Live TikTok

Konten kreator asal Medan, Ritman Marbun, harus berurusan dengan polisi setelah diduga menghina Yesus Kristus saat melakukan siaran langsung di TikTok.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut