Bisnis JD.com juga Tutup di Thailand, Susul Indonesia

- AP
VIVA Tekno – Induk dari JD.com tidak hanya akan menutup operasional di Indonesia tapi juga di Thailand pada Maret mendatang karena raksasa e-commerce China tersebut mengalihkan fokus internasionalnya untuk menyediakan solusi rantai pasokan lintas-negara.
JD.com yang berkantor pusat di Beijing, yang secara resmi memasuki pasar Asia Tenggara lebih dari delapan tahun lalu mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan menutup situs JD.ID dan JD Central masing-masing pada tanggal 31 Maret dan 3 Maret.
"JD.com akan terus melayani pasar global, termasuk Asia Tenggara, melalui infrastruktur rantai pasokannya, yang tetap menjadi inti bisnis kami. Kami berkembang di pasar internasional dengan berfokus pada membangun jaringan rantai pasokan lintas-negara dengan logistik dan pergudangan sebagai intinya," kata juru bicara JD.com.
Langkah tersebut menandai mundurnya perusahaan China secara resmi dari arena e- commerce yang semakin kompetitif di Asia Tenggara, di mana dominasi juara regional termasuk pada Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak yang telah mempersulit perusahaan untuk memperluas pangsa.
JD.ID yang dibangun JD.com pada tahun 2015 sebagai usaha patungan (JV) dengan perusahaan investasi yang berbasis di Singapura, Provident Capital, hanya menduduki peringkat ke-10 di antara 10 situs e- commerce teratas di Indonesia pada kuartal kedua tahun 2022, menurut penyedia data pasar Statista.
Melihat Toko Tanpa Kasir Pertama di Indonesia, JD.ID X. (ilustrasi JD.ID).
- VIVA/Muhamad Solihin
JD.ID diperkirakan memiliki 2,34 juta kunjungan web per bulan, dibandingkan dengan Tokopedia yang memimpin dengan hampir 158,4 juta kunjungan web.