Mengajarkan Petani Pakai Internet of Things

Ilustrasi petani menggunakan teknologi / smartphone.
Sumber :
  • The Economic Times

VIVA Tekno – Indico membuka peluang untuk berkontribusi pada sektor teknologi pertanian (agritech). Anak usaha Telkomsel yang fokus pada pengembangan ekosistem digital itu kini mengelola platform Digital Food Ecosystem (DFE).

img_title 100 Lebih Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Diberikan Beasiswa Kelapa, Apa Maksud dan Tujuannya

Sebagai langkah awal, Indico bersama Tanivest, startup agritech enabler asal Solo, menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur dalam digital contract farming.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerja sama ini diharapkan mampu membantu sekitar 50 petani beras di Wonogiri, Jawa Tengah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka.

img_title Tak Lagi Sekadar Banner, Iklan Digital Mulai Gunakan AI dan Gamifikasi

"Kami ingin menjangkau para petani di Jawa Tengah," kata Chief Technology and Product Officer Indico, Luthfi K Arif, melalui konferensi pers virtual, pekan lalu.

Dalam pilot project ini, Indico akan mengimplementasikan solusi pertanian berbasis teknologi di 40 hektare lahan sawah di Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

img_title Janji Telkomsel usai Putusan MK soal Sisa Kuota Internet

Ilustrasi Internet of Things (IoT).

Photo :
  • www.pixabay.com/geralt

Para petani di wilayah itu akan mempelajari teknik pertanian modern memanfaatkan teknologi Telkomsel Internet of Things (IoT) dan digitalisasi pertanian. Implementasi teknologi tersebut diharapkan bisa memproduksi 200 ton beras.

"Kolaborasi digital contract farming jadi langkah awal strategis kami dalam mengembangkan ekosistem digital di sektor pertanian," jelas Luthfi.

Ia berjanji akan membantu petani dalam menerapkan prosedur operasional penanaman melalui revitalisasi lahan, pemanfaatan sensor IoT, dan penggunaan drone untuk penyiraman lahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan itu saja. Luthfi juga ingin membantu petani melalui pendampingan dari peneliti pertanian (agronomis) dan pengadaan sarana produksi (saprodi) pertanian. "Kami berencana memperluas lahan menjadi 120 hektare di wilayah Jawa Tengah pada semester pertama tahun ini," ungkapnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Tegaskan Pemanfaatan AI Tak Boleh Hilangkan Nilai Etika dan Karakter

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan transformasi digital & penguasaan AI harus selalu berlandaskan karakter, kebijaksanaan & hati nurani

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut